ADVETORIAL

1.500 Siswa Ramaikan Pesantren Ramadhan Di Masohi

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maluku Tengah, M. Hanafi Rumatiga, memimpin rapat panitia pesantren daerah, Kamis 9 Mei 2019.

KURANG  lebih 1.500 siswa muslim di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah akan berpartisipasi dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang digagas Panitia Syiar Ramadhan gabungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Kementerian Agama (Kemenag) Malteng.

Para siswa itu berasal dari jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs/, SMA/SMK/MA se-Kota Masohi dan sekitarnya.

Ketua Panitia,  M. Hanafi Rumatiga, mengatakan, pesantren Ramadhan merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Syiar Ramadhan yang dilaksanakan selama Bulan Ramadhan.

“Kami sudah melakukan rapat pemantapan bersama seluruh Panitia untuk hajatan di maksud,” kata Rumatiga.

Diungkapkan, lokasi pelaksanaan  Pesantren Ramadhan ini menyebar diseluruh Masjid yang ada di Kota Masohi dan sekitarnya. Tercatat ada 18 Zona yang menjadi titik kegiatan.

“Setiap sekolah akan mengutus siswa berdasarkan jumlah siswa muslim yang ada pada sekolah tersebut. Para siswa ini kemudian menyebar ke berbagai titik Pesantren Ramadhan yang sudah ditentukan,” ungkap Rumatiga.

Rumatiga menambahkan, Pesantren Ramadhan dimulai dengan pelaksanaanya pada tingkat SMA/MA/SMK, Kamis 9 Mei 2019 dan akan berakhir pada hari Rabu pekan depan. Untuk tenaga pengajarnya melibatkan seluruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) baik pada madrasah maupun sekolah umum.

Melalui medio ini, siswa akan diberikan pemahaman lebih terkait pendidikan agama Islam serta dibina karakternya sekaligus dievaluasi melalui lomba cerdas Cermat dan Tahfidz Qur’an.

“Akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang melibatkan kurang lebih 2000 orang. Terdiri dari 1.500 siswa, pendamping, pengajar dan panitia. Acara penutupan bakal berlangsung di Masjid Agung Ibnu Abdullah, Masohi,” tandas Hanafi Rumatiga.(CIK)

 

Nilai Kelulusan Siswa MAN 1 Maluku Tengah Tahun Ini Meningkat

PENGUMUMAN Kelulusan Siswa Tingkat SMA/ MA/ SMK tahun ini akan diumumkan serentak pada 13 Mei 2019 mendatang. 

Pihak sekolah/ Madrasah sejak tanggal 9 Mei 2019 sesuai petunjuk teknis yang diterima sudah bisa mengumumkan hasilnya. 

Demikian disampaikan Kepala MAN 1 Maluku Tengah, Nurdin Nur Marasabessy, dalam Acara Pengumuman Hasil Kelulusan dan Buka Puasa Bersama berlangsung di Aula MDC MAN 1 Maluku Tengah, Kamis 9 Mei 2019.

Pada kesempatan tersebut Marasabessy menyampaikan bahwa  hasil nilai kelulusan siswa tahun ini semakin meningkat dari tahun sebelumnya dan pihaknya menargetkan pada pengumuman tanggal 13 Mei 209 nanti seluruh siswa kelas 12  yang berjumlah 126 siswa dapat lulus 100 persen seperti tahun tahun sebelumnya. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala KUA Salahutu Ust. Hasrun Kelirey, Ketua  Komite madrasah La Amin, para guru dan pegawai, serta para siswa dan orang tua  mereka. 

Acara pengumuman kelulusan tahun ini sengaja dibuat sederhana serta dipadukan dengan berbuka puasa bersama agar diharapkan nilai nilai Ramadhan dapat lebih masuk ke hati para siswa agar kualitas akademik dan moral mereka dapat selalu terjaga.

Lebih Lanjut Marasabessy menyampaikan perasaan dan sikapnya terhadap ulah segelintir siswa yang menunjukan euforia kelulusannya dengan perilaku yang menyimpang dari norma hukum dan moral yang berlaku di masyarakat.

Menurutnya sikap segelintir siswa tersebut justru dapat merusak pandangan masyarakat yang positif di bidang pendidikan selama ini.

Untuk itu menurutnya,  sikap keteladan yang baik harus bisa ditunjukan siswa siswanya kepada sesama teman teman yang lain dan adik adik mereka melalui perilaku yang baik, sopan dan bermartabat termasuk dalam rangka mensyukuri nikmat kelulusan saat ini. 

Dalam kesempatan tersebut turut diumumkan siswa dengan prestasi Akhlak terbaik kepada yakni Abdul Rahman Nahumarury dan prestasi siswa dengan Akademik terbaik kepada 10 siswa MAN 1 Maluku Tengah pada jurusan Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.

Sementara itu Ketua Komite MAN 1 Maluku Tengah, La Amin, mewakili para orang tua siswa menyambut baik dan ucapan terima kasihnya atas kerja keras yang telah ditunjukan kepala Madrasah beserta para staf dewan guru. 

La Amin juga berpesan kepada para orang tua dan masyarakat untuk tidak segan segan menyekolahkan anak anaknya yang lain ke MAN 1 Maluku Tengah mengingat MAN 1 Maluku Tengah telah menjadi salah satu madrasah terbaik yang ditandai dengan raihan Nilai A (Unggul) dari Badan Akreditasi Nasional pada tahun 2018 yang lalu.

Terlebih lagi pada tahun ini MAN 1 Maluku Tengah juga akan segera dibangun 2 gedung baru yang cukup representatif yakni gedung Asrama Siswa dan Laboratorium terpadu dengan nilai investasi kurang lebih 8 Miliar rupiah lebih di mana saat ini masuk proses pelelangan secara terbuka.

Acara Pengumuman Kelulusan Siswa ini juga diisi dengan puisi dan lagu Terima Kasih guru dan pemberian sumbangan baju seragam siswa kepada pihak madrasah yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan M. Noh Faudu. 

Di mana pakaian yang disumbangkan itu nantinya akan diberikan kepada adik adik mereka yang tergolong kurang  mampu secara ekonomi. (CIK)

 

La Ubah

MAN 4 Malteng Gelar Daurah Ramadhan

MAADRASAH Aliyah Negeri (MAN) 4 Maluku Tengah di Kecamatan Banda, menggelar kegiatan Daurah Ramadhan. Kegiatan yang bakal berlangsung hingga Tanggal 11 Mei mendatang dibuka Resmi Kepala  MAN 4 Malteng La Ubah, Kamis 9 Mei 2019

Dalam arahan singkatnya, La Ubah mengatakan, Daurah Ramadhan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “SERAMBI” (Silahturahmi dan Majelis Ilmu Sambut Ramadhan) dan menjadi sarana menuntut ilmu dalam mempersiapkan ibadah dibulan Ramadhan sekaligus sebagai salah satu wasilah untuk menjalin silahturahim antar sesama siswa.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini siswa bisa memantapkan ilmu terkait Ramdhan sehingga Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dari tahun tahun yang lalu.

Sementara materi yang disajikan dalam kegiatan ini adalah Keutamaan Bulan Ramadhan, Puasa dan Kesehatan, Al-Qur,an sebagai pedoman Hidup dan Ramadhan sebagai pembentuk karakter serta melaksanakan Shalat Dhuha.(CIK)

 

Ritna Wati Utami

Inovatif, Guru MTsN 2 Malteng Dirikan Rumah Belajar

RITNA Wati Utami, Guru MTsN 2 Maluku Tengah di Kota Masohi, memiliki cara lain mendongkrak kemampuan akademik siswa. Selain menjadi tenaga pendidik untuk Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah, Ritna juga memiliki tanggungjawab lain mencerdaskan siswa/siswi melalui pendidikan Informal yang digelutinya.

Melalui Rumah Belajar Arsy yang didirikan pada Februari tahun 2018 , Ritna bersama 8 tenaga pengajar terus berupaya mendorong peningkatan kualitas generasi muda bangsa terkhususnya di Kota Masohi. Dan kini, puluhan siswa berada dalam asuhannya.

Berdirinya Rumah Belajar Arsy sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, menjawab adanya keluhan atas ketidakpuasan proses pembelajaran disekolah.

Hal ini disebabkan, metode pembelajaran konvensional yang masih diterapkan saat inipun tidak begitu maksimal memberikan dampak positif.

Sebagai alternatif belajar masa kini yang disesuaikan dengan pembelajaran abad 21 atau era Industri 4.01, Rumah Belajar Arsy, hadir dengan berbagai tawaran program pembelajaran menarik diantaranya pembelajaran berbasis digital, pembuatan vlog hingga proses rancangan pembelajaran yang memberikan nuansa kenyamanan.

“Kita lebih fokus menerapkan metode zaman sekarang untuk anak-anak zaman Now. Melalui metode kekinian ini, siswa tidak saja datang, duduk dan dengar guru menerangkan, tetapi sebaliknya mereka dibuat lebih aktif,” ungkap Ritna, Kamis 9 Mei 2019.

Dikatakan, dengan dibentuknya Rumah Belajar ini dia dan rekan-rekan tenaga pendidik lainnya bisa lebih meningkatkan kreatifitasnya untuk membuat metode pembelajaran sendiri.

“Kalau punya sendiri, kreatifitas untuk membuat metode pembelajaran menjadi lebih banyak. Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara belajar disekolah dan belajar di Rumah Belajar Arsy,” kata Ritna.

Diakui, sejak pertama dibuka, Rumah Belajar Arsy terbuka untuk semua jenjang pendidikan mulai dari SD/MI,SMP/MTs, SMA/MA. Namun didalam perjalanan terkendala dengan jumlah tenaga pendidik sehingga saat ini lebih difokuskan pada tingkat SD/MI maupun SMP/MTs.

“Tidak ada batasan siswa apakah itu dari madrasah atau dari sekolah umum.Yang terpenting mereka punya kemauan untuk belajar. Jika punya kemauan boleh mendaftar,” akui Ritna.

Siswa/siswi yang mau belajar tambahan di Rumah Belajar Arsy ini boleh memilih Mata Pelajaran yang diminatinya. Apakah itu Matematika, Bahasa Inggris, IPA, Komputer atau mata pelajaran lainnya.

“Kita berikan pilihan kepada mereka. Dan kebanyakan siswa mengambil 3 Mata Pelajaran sekaligus,” tambahnya.

Berbekal 8 orang tenaga pendidik,  Rumah Belajar Arsy kini memiliki kurang lebih 70 siswa.

“Teman-teman tenaga pengajar inipun punya pekerjaan utama. Di Rumah Belajar, mereka sekedar membagikan ilmunya kepada siswa/siswi. Tujuannya yakni, ikut memberikan andil untuk mencerdaskan generasi muda bangsa,” tandas Ritna.(CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top