Berita Utama

Polda Didesak Usut Dugaan Ijazah Palsu Rahayaan

RakyatMaluku.com – KETUA LSM Nanaku, Usman Bugis menegaskan, dugaan Ijazah palsu Plt Wali­kota Tual, Abdul Hamid Rahayaan yang telah dilaporkan ke Polda Maluku bebe­rapa waktu lalu, bersama beberapa bukti
permulaan untuk disidik akan terus dikawal hingga tuntas. Pasalnya, dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan Rahayaan sangat mencederai dunia pendidikan di Maluku.

“Saya tegaskan bahwa ka­sus yang telah dilaporkan ke Polda Maluku terkait de­ngan dugaan pemalsuan Ijazah sudara Plt Walikota Tual, Abd Hamid Rahayaan akan dikawal hingga tuntas. Apalagi, ada beberapa bukti permulaan yang su­dah kami masukkan kepada pen­yidik Polda Maluku untuk mene­lusuri dan membuka kasus ini secara terang benderang,” kata Usman kepada Rakyat Maluku, tadi malam, Rabu 18 April 2018.

Usman mendesak kasus ini segera diproses penyidik Polda Maluku, dari beberapa bukti yang diserahkan, kemudian kalau ada saksi yang harus diperiksa untuk mendalami laporan yang diajukan terkait dengan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen negara tersebut, maka harus dilakuakn secepat mungkin, agar publik tidak menanti ujung dari proses hukum kasus ini.

“Polda harus bergerak cepat dengan bukti awal yang sudah kami masukkan. Kalaupun ada saksi yang harus diperiksa dalam kasus ini, segera diagendakan biar kasus ini tidak molor. Kami mendukung proses penegakan hukum dan keadilan di Maluku, untuk itu kami mendesak kasus ini mendapat respons yang baik dalam penanganannya,” desak Usman.

Dugaan kepemilikan Ijazah Palsu oleh Plt Walikota Tual, Abdul Hamid Rahayaan tersebut sempat menuai protes massa di Kota Tual. Sejumlah OKP dan LSM turun jalan untuk mendesak seluruh pihak yang memiliki kompetensi guna mengungkapkan fakta dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan Ijazah oleh Rahayaan tersebut, terjadi pada 2017 saat, yang bersangkutan (Rahayaan-red) sedang berproses untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Walikota Tual. Rahayaan diduga memalsukan Ijazah Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri Mastur,dan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) yang dilaporkan ke Penyidik Polda Maluku pada 10 April, pekan kemarin. Laporan yang sudah hampir satu minggu berada di Penyidik Polda Maluku tersebut, lanjut Bugis, rencananya akan dikroscek pihaknya terkait progress penanganan dalam pe­ngung­kapan atas dugaan pemalsuan dokumen negara untuk kepentingan Rahayaan tersebut.

“Insya Allah kalau tidak ada halangan besok kami akan ke Polda Maluku untuk menanyakan sejauh mana progress penanganan kasus yang telah kami laporkan tersebut,” tutupnya. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top