Berita Utama

Polda Maluku Bongkar Penyulingan Air Raksa Di Liang

Ilustrasi

– Sepasang Suami Istri Ditangkap

Rakyat Maluku – SUBDIT I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku membongkar penyulingan ilegal Batu Cinnabar menjadi Air Raksa atau Mercuri di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Tim yang dipimpin Komisaris Polisi (Kompol) Irvan Reza mem­bongkar pabrik penyulingan ilegal ini berdasarkan laporan mas­yarakat. Dua orang pelaku juga ditangkap yakni sepasang suami istri yakni Khairul Riza alias Reza, dan istrinya Mirza Lessy. Kasus ini sendiri langsung ditangani Direktorat Reserse Kri­minal Khusus (Khusus).

Informasi yang diperoleh Rak­yat Maluku, Kamis 19 April 2018, menyebutkan terbong­kar­nya pabrik penyulingan air raksa ilegal ini berawal dari salah satu warga yang sedang mencari kayu di hutan Watuku, Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), pada Selasa 17 April 2018.

Ketika mencari kayu bakar itulah dia melihat ada api pada salah satu titik di kawasan hutan tersebut. Karena penasaran dengan titik api yang dilihatnya, orang itu pun langsung mencari lokasi titik api dan menemukannya.

Saat mendekat titik api tersebut, dia sedikit kaget karena melihat ada pembakaran kayu ke tabung-tabung penyulingan. Dirinya sema­kin penasaran lantaran merasa tidak mungkin ada penyulingan minyak kayu putih di daerah itu. Karenanya lelaki tesebut melaporkannya ke ang­gota Subdit I, Aiptu Y, yang kemasukan menyam­paikan ke atasannya.

Atas perintah atasannya tim tindak subdit I menuju lokasi yang akhirnya diketahui sebagai tempat penyulingan Batu Cinnabar menjadi Air Raksa, dan menangkap sepasang suami istri yakni Khairul Riza dan Mirza Lessy.

Dari penangkapan ini kemudian dikembangkan lagi dengan mendatangi kediaman suami istri ini dan menemukan 57 kg Air Raksa atau mercuri bersama sejumlah barang bukti lainnya dan langsung dibawa ke Polda Maluku, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Besar (Kom­bes) Polisi, Muhammad Roem Ohoirat, yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan bah­wa dalam penyulingan itu pelaku awalnha men­dapatkan baru cinnabar seberat 178 Kg, dan disuling menjadi Air Raksa, memperoleh 57 Kg.

“Jadi batu cinabar seberat 178 Kg dilakukan penyulingan, mereka mendapatkan 57 Kg air raksa. Pelaku (Reza) pernah menjual 80 Kg mercuri hasil penyulingan juga,” kata Ohoirat, kepada wartawan via telepon selulernya, Kamis, 19 April 2018.

Dikatakan kasus ini telah ditangani pihaknya, dan dipastikan KR alias Reza, akan ditetapkan seba­gai tersangka, sementara istrinya ML, masih dikembangkan.

“Mereka dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertanmbangan Mi­neral dan Batubara. Ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top