Berita Utama

Anak Ketua DPRD SBT Dipolisikan

RakyatMaluku.com – MEMALUKAN, bukannya bertanggung ja­wab atas perbuatannya menghamili gadis dibawah umur, Fahrul Alsia Rumakat, anak kandung dari Ketua DPRD Seram Bagian Timur (SBT) Agil Rumakat, malah kabur menjelang hari akad nikahnya bersama korban inisial NK yang akan berlangsung di kediaman keluarga korban di Kota Bula, Minggu, 13 Mei 2018, malam.

Keluarga korban, Usman Kaplale, kepada warta­wan, Senin lalu, mengatakan, akibat perbuatan pelaku, seluruh keluarga korban yang berada di Kota Bula maupun di Kota Ambon merasa dipermalukan secara martabat, dan merasa dirugikan secara material. Sebab, seluruh prosesi akad nikah baik penyebaran undangan maupun sajian makanan telah disiapkan oleh keluarga korban.

“Kami tidak tahu apa alasannya sehingga Fahrul Alsia Rumakat kabur dan tidak mau bertanggung jawab terhadap anak perempuan kami. Jujur, atas peristiwa memalukan ini kami keluarga sangat malu, karena semua sudah disiapkan menjelang hari akad nikahnya,” keluhnya.

Ia menjelaskan, pelaku dan korban yang ma­sih dibawah umur telah menjalin hubungan pacaran cukup lama, hingga akhirnya korban pun hamil. Pelaku kemudian meminta korban untuk menggugurkan janinnya namun korban tidak mau. Saat korban meminta pertanggung jawaban, pelaku malah kabur ke Ternate, Maluku Utara.

“Saat pertama kali diminta untuk bertanggung jawab, pelaku sempat kabur ke Ternate, namun berhasil ditangkap oleh keluarga korban dan dibawa pulang ke Kota Bula,” ungkap Usman.

Sesampainya di Kota Bula, lanjut Usman, pihak keluarga korban dan keluarga pelaku bertemu dan membicarakan persoalan tersebut secara keke­luargaan. Bahkan, pada 5 Mei 2018, pihak keluarga pelaku datang ke keluarga korban untuk meminang korban secara baik-baik. Dan disepakati kedua belah pihak untuk melangsungkan akad nikah pada Minggu, 13 Mei 2018, malam.

Menjelang hari akad nikah, keluarga korban dikejutkan dengan informasi bahwa pelaku sudah tidak berada di Kota Bula sejak 27 April 2018. Keluarga korban pun langsung mencari keberadaan pelaku hingga ke Kota Ambon. Saat itu keluarga korban juga minta bantuan pihak kepolisian setempat untuk mencari keberadaan pelaku, namun pelaku tetap tidak diketahui keberadaanya hingga berita ini diterbitkan.

Merasa malu dan dirugikan, keluarga korban langsung mempolisikan pelaku ke Polres SBT, Senin, 14 Mei 2018, atas dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, penipuan dan percobaan pembunuhan terhadap janin yang dikandung korban.

“Karena pelaku tidak muncul hingga acara akad nikahnya Minggu malam kemarin, maka hari ini (kemarin, red) kami dari keluarga korban resmi melaporkan perbuatan pelaku ke Polres SBT untuk diproses secara hukum. Kami berharap, pihak kepolisan dapat segera menangkap pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pinta Usman.

Tak terima melihat sikap arogansi tersebut, di hari yang sama organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung di Kota Bula yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), menggelar aksi demontrasi besar-besaran di Kantor Polres SBT dan Kantor DPRD SBT.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo OKP Cipayung Kota Bula, Abdul Azis Yanlua, saat dikon­firmasi koran ini, mengaku, dalam pernyataan sikap­nya, meminta pihak kepolisian segera menang­­kap pelaku Fahrul Alsia Rumakat. Sebab, yang bersangkutan telah melakukan dugaan tindak pi­dana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, peni­puan dan percobaan pembunuhan terhadap janin yang dikandung korban.

Selain itu, Ia juga mendesak pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku, karena diduga turut serta melakukan tindak pidana dengan membantu menyembunyikan atau membantu pelaku lari tanggung jawabnya.

“Kami minta pihak kepolisian tidak tebang pilih dalam mengusut suatu kasus tindak pidana meskipun pelaku merupakan anak pejabat. Untuk itu, kami meminta kepolisian segera menangkap pelaku untuk diproses secara hukum, karena perbuatan pelaku telah merugikan keluarga korban secara martabat kemanusiaan,” tegas Chiko, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres SBT Iptu La Belly, saat dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya pelaporan oleh keluarga korban terhadap pelaku Fahrul Alsia Rumakat, serta adanya aksi demonstrasi oleh OKP Cipayung.
“Ia benar, hari ini (kemarin, red) saya telah menerima laporan dari pelapor atas nama Balkan Kaplale atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan terlapor atas nama Fahrul Alsia Rumakat. Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan permintaan keterangan terhadap korban dan orang tuan korban,” akuinya.

Selanjutnya, Penyelidik Reskrim Polres SBT juga akan melakukan pemanggilan terhadap keluarga terlapor untuk dimintai keterangannya guna kepentingan penyelidikan. “Setelah mengumpulkan dua alat bukti yang cukup, kita akan melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status dalam perkara ini,” terang Iptu La Belly.

Terkait aksi demonstrasi yang dilakukan OKP Cipayung, lanjutnya, hanya bersifat pressure saja. Dengan tujuan agar pihak kepolisian dapat berkerja profesional menuntaskan perkara yang dilaporkan keluarga korban.

Hingga koran ini diterbitkan, nomor Handphone (HP) Ketua DPRD SBT Agil Rumakat, belum juga aktif, sehingga belum bisa dikonfirmasi. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top