Berita Utama

Diperiksa Lagi, Sekda Buru Sakit

Rakyat Maluku – SETELAH dimintai keterangannya pada, Rabu, 2 Mei, terkait dugaan korupsi uang SPPD fiktif di sekretariat Kabupaten Buru, Ahmad Assagaf, rencana kembali diperiksa, Kamis, 3 Mei 2018, di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, namun Sekretaris Daerah (Sekda) Buru, tapi hadir dan dikabarkan sakit.

“Dia (Ahmad Assagaf) tidak datang. Kedatangan untuk diperiksa lanjutan. Tidak hadirnya beliau karena sakit,” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus, AKBP Harold Wilson Huwae, kepada pers, kemarin.

Menurutnya karena Sekda Buru tersebut tak hadir, maka selanjutnya pemeriksaan akan dijadwalkan ulang.
“Pemeriksaan selanjutnya akan dijadwalkan ulang. Namun, belum bisa memastikan kapan dipanggil ulang,” tegas Huwae.

Sebelumnya Sekda Pemerintah Kabupaten Buru Ahmad Assagaff memenuhi panggilan penyidik di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Kota Ambon, Rabu 2 Mei 2018.

Ia diperiksa penyidik Tipikor dari pagi sekira pukul 11.00 WIT, hingga pukul 19.52 WIT.

Ahmad Assagaff diperiksa soal kasus dugaan Korupsi uang makan minum Pemkab Buru tahun 2015-2017.
Pantauan koran ini sejak pukul 14.30 WIT, Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Kawasan Mangga Dua Ambon, Sekda Buru Ahmad Assagaff menghadap bersama Bendahara Rutin Pemkab Buru La Joni Ali. Mereka didampingi pengacaranya Fachri Bachmid Cs.

La Joni tiba terlebih dahulu di Markas Ditreskrimsus sehabis istirahat makan pukul 15.30 WIT. Ia tampak bersama 2 orang wanita yang diduga stafnya. Joni tiba menggunakan mobil carteran Toyota Avansa Putih DE 1701 AF. Sementara Sekda, tiba pukul 16.06 WIT menggunakan mobil Toyota Avansa Silver DE 1446 AH bersama pengacaranya tersebut.

Informasi yang dihimpun di Markas Ditreskrimsus menyebutkan, sejak diperiksa pukul 11.00 WIT, Sekda dan Bendahara kemudian meninggalkan ruang penyidik pukul 14.00 WIT. Pemeriksaan dihentikan untuk istirahat makan.

Menggunakan kendaraan berbeda, Bendahara memilih rumah makan yang berada tepat di depan penginapan Nisma, Kawasan Waihaong. Sementara Sekda Buru diketahui memilih Resto Imperial di Jalan Diponegoro.
Tiba di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, gambar Sekda dan Bendahara di potret wartawan fotografer. Tapi ada hal berbeda yang dilakukan Sekda.

Pasalnya, Sekda memeluk dua orang fotografer, yang kala itu mengabadikan momen saat dirinya turun dari dalam mobil.

“Foto sudah. Foto banyak banyak,” kata Sekda kepada awak media yang tengah menanti kedatangannya sambil memeluk kedua fotografer tersebut.

Pemeriksaan berlangsung hingga pukul 19.52 WIT. Tapi sayang, Sekda dan Bendahara berhasil mengelabui wartawan. Sebab, setelah pemeriksaan selesai, keduanya keluar melalui pintu belakang ruang rapat Ditreskrimsus Polda Maluku. Sementara awak media, menanti di depan ruangan tersebut.

Wakil Direktur Krimsus Polda Maluku AKBP. Harold Wilson Huwae membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Sekda Buru. “Diagendakan cuma Sekda. Ia diperiksa soal kasus makan minum di Buru, tahun 2015, 2016 dan 2017. Yang lain cuma bawa dokumen aja,” ungkap Harold kepada wartawan, kemarin.

Sekda, kata Harold, diperiksa oleh penyidik Aiptu Oce Latuheru. Kasus itu sendiri masih dalam penyelidikan. “Kemarin itu bukan penggeledahan. Tapi permintaan dokumen. Kasus ini kan masih dalam penyelidikan, sehingga belum sampai pada tahap penggeledahan,” ungkapnya.

Setelah ini, lanjut mantan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease itu, pihaknya akan kembali melihat hasil pemeriksaan. Setelah itu, baru mengagendakan terhadap sejumlah saksi lainnya.

Penyidik, tambah Harold masih terus melakukan penyelidikan terhadap semua pihak yang terlibat. “Termasuk rekanan dari Sekda yang bikin kontrak makan minum itu,” tandasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top