Hukrim

Jual Obat Somadril Compositum Kadaluarsa, Warga Tanjung Batu Merah Divonis 1 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN  Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana pen­jara kepada terdakwa Misbah alias Bude, warga Tanjung, Desa Ba­tu Merah, Kecamatan Sirimau, Ko­ta Ambon, selama satu tahun. Se­bab, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menjual obat Pil berbahaya jenis Somadril Compositum yang sudah kadaluarsa.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Misbah alias Bude selama satu tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan. Menyatakan, barang bukti berupa obat Pil berbahaya jenis Somadril Compositum disita untuk dimusnahkan,” ucap Ketua Majelis Hakim Felix R. Wuisan didampingi dua hakim anggota, Leo Sukarno dan Hamza Khailul, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Selasa, 15 Mei 2018.

Terhadap putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dan terdakwa melalui penasehat hukumnya, sama-sama manyatakn menerima putusan majelis hakim yang mengabulkan seluruh tuntutan JPU. Sehingga, ketua majelis hakim langsung menetapkan perkara yang disidangkan itu telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, perbuatan terdakwa menjual obat ilegal itu diketahui ketika saksi Samali Polle dan saksi La Ode Herman mendapat informasi bahwa terdakwa sering menjual obat Somadril Compositium di kawasan Tanjung, Desa Batu Merah.

Berdasarkan informasi dari informan tersebut, para saksi lalu melakukan pemantauan terhadap terdakwa. Dan pada Rabu sekira pukul 02.00 Wit, para saksi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dari hasil penangkapan, para saksi menemukan barang bukti obat Pil Somadril Compositum yang disimpan di dalam kamar kost terdakwa, tepatnya diatas gantungan tali rafia, dan uang sebesar Rp 1.500.000.

Saat diinterogasi terdakwa mengaku bahwa obat yang tidak memiliki izin itu didapat dari wilayah Sorong Papua. Dan uang Rp 1.500.000 itu merupakan hasil penjualan obat Pil Somadril Compositum. Terdakwa juga mengaku izin edar obat itu dari tahun 2013, karena merupakan obat keras yang disalahgunakan. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top