Hukrim

Setubuhi Gadis 4 Tahun, Warga Laha Divonis 10 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN  Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Muhammad Nasir Ulat (22), warga Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, selama 10 tahun penjara, dan dibebankan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sebab, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap gadis yang masih dibawah umur (4 tahun).

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Muhammad Nasir Ulat terbukti melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” ucap Ketua Majelis Hakim Philip Pangalila, didampingi dua hakim anggota, Sofyan Parerungan dan Felix R. Wiusan, saat membacakan amar putusannya, Kamis, 24 Mei 2018, kemarin.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Junita Sahetapy maupun terdakwa melalui Penasehat Hukumnya Marchel J. Hehanussa, sama-sama menerima putusan majelis hakim. Sehingga ketua majelis hakim menyatakan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa Muhammad Nasir Ulat selama 12 tahun, dan membayar denda sebesar Rp 50 juta, subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, perbuatan bejat terhadap korban yang masih berumur empat tahun itu dilakukan terdakwa di lokasi Air Sakula, Desa Laha pada Desember 2017 lalu. Awalnya, terdakwa berkunjung ke rumah pamannya sekitar pukul 06.30 Wit.

Korban yang saat itu sedang bermain bersama teman-temannya kemudian digendong terdakwa dan dibawa ke lokasi Air Sakula. Sesampainya di lokasi itu, terdakwa langsung menyetubuhi korban secara paksa. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, korban disuruh pulang dengan keadaan berlumuran darah.

Sesampainya di rumah, Nenek korban kaget melihat darah pada diri korban. Setelah ditanya, korban yang masih polos itu langsung menceritakan perbuatan terdakwa. Saat itu juga nenek korban memberitahu ibu kandung korban.
Awalnya, terdakwa tidak mengakui perbuatannya saat diintrogasi keluarga korban. Namun setelah keluarga korban melapor petugas kepolisian setempat, terdakwa akhirnya mengakui perbuatannya telah menyetubuhi korban secara paksa di lokasi Air Sakula. (RIO)

==========
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top