Ambonesia

TKA Tempati Ruang Pertambangan Maluku

RakyatMaluku.com – TENAGA Kerja Asing (TKA) yang sedang mencari nafkah di Provinsi Maluku, lebih banyak menampati sektor pembangunan di bidang pertambangan. Selain di bidang pertambangan juga di bidang pariwisata. Meski demikian, para TKA ini tidak mendominasi tenaga kerja di masing-masing tempat kerjanya. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Provinsi Maluku, Abdul Manaf Tuasikal, kepada wartawan kemarin.

Ia menjelaskan, rata-rata TKA di Maluku menempati dua sektor program ini, dan yang lebih banyak di bidang pertambangan. “Saat ini terbatas. Jumlah saya tidak hafal, tapi ada pada tambang di Lirang, MBD, juga di Banda pariwisata pada sektor pariwisata yang ada,” Tuasikal.

Menurut dia, saat ini Disnaker Provinsi Maluku sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 memberikan kemudahan bagi TKA dalam hal percepatan pengurusan administrasi. “Ini tenaga kerja asing banyak kemudahan dalam hal administrasi. Percepat saja pengurusan administrasinya dari sebelumnya yang sekian hari kini bisa selesai dari dua hari selesai, itu saja.

Tapi semua aturan mainnya seperti wajib Bahasa Indonesia itu ada tetap, dan kurun waktu tertentu dia juga harus difasilitasi belajar Bahasa Indonesia,” sebut dia.

Meskipun ada kemudahan dalam hal pengurusan administrasi sesuai Perpres 20 itu, dipastikannya, pengawasannya pun makin diperketat. “Kesiapan kita adalah konteks Perpres 20 Tahun 2018 adalah pengawasan diperketat.” Menyinggung lamanya TKA bisa mengais rezeki di Maluku, Tuasikal akui itu sesuai dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). “Itu sesuai RPTKA sudah disebutkan berapa lama.

Satu tahun kah, atau bagimana, kalau dia (TKA) pulang ya diganti dengan yang lain.” Adanya TKA di Maluku, masih kata Tuasikal itu juga menambah pundipundi PAD. “Ada pembayarannya itu, saya lupa angkanya tapi TKa harus membayar itu.” Hanya saja sejauh ini, katanya lagi, belum ada masalah terkait TKA di Maluku.

Yang pasti kata Tuasikal, kedepannya, jika Blok Masela beroperasi maka akan banyak lagi TKA yang masuk ke Maluku disamping TKA di sektor wisata. “Sektor wisata akan lebih banyak lagi dan juga jika Blok Masela jika beroperasi nanti pasti juga akan banyak lagi,” tutup dia. (YAS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top