Ambonesia

Proyek EHA Maluku Mulai Dibangun

RakyatMaluku.com – PROYEK revitalisasi pembangunan Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Maluku mulai dibangun. Pembangunan proyek ini diawasi langsung oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Dipastikan, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini akan dikebut sehingga kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maluku khususnya dan sejumlah masyarakat yang ada pada beberapa provinsi di Wilayah Timur Indonesia.

Menyusul dimulainya pembangunan EHA tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, Fesal Musaad berharap adanya dukungan semua pihak untuk kelancaran pembangunannya terutama dukungan Polsek setempat, Raja Waiheru dan masyarakat. Selain itu, Kakanwil juga berharap adanya dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku guna membebaskan lahan seluas 1,3 Hektare untuk akses jalan keluar masuk dan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.

Kakanwil menjelaskan infastruktur pertama yang dibangun dan saat ini dalam tahap pekerjaan adalah gedung penampung Jamaah Haji empat lantai dengan kapasitas 120 kamar dan memiliki 2 lift kapasitas tampung 26 orang. Sesuai agenda bangunan ini rencananya selesai dibangun pada akhir tahun ini.”Kalau bangunan ini selesai dibangun otomatis daya tampung jamaah haji di Maluku bertambah menjadi 1000 orang. ,”ujar Kakanwil, tadi malam.

Selain pembangunan gedung penampung jamaah haji pada Oktober mendatang juga segera dilakukan tender pembangunan sejumlah infrastruktur lain misalnya, Masjid berkapasitas tampung 1000 jamaah, Kantor Pelayanan Haji, Aula Keberangkatan, Poliklinik Kesehatan dan Ges House untuk para tamu.

Meski begitu, Kakanwil mengaku masih ada kendala untuk pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya mengingat keterbatasan lahan.”Nah yang jadi persoalan akses jalan untuk bus keluar masuk. Persoalan ini sudah dibahas oleh Pemerintah Daerah untuk pembebasan lahan seluas 1,3 Hekater. Tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Terkait pembebasan lahan ini tidak ada lagi anggaran dari Pemerintah Pusat lewat dana SBSN. Sehingga kami sangat berharap adanya bantuan dana sharing dari APBD Provinsi Maluku,”ungkap Kakanwil.

Kakanwil juga mengaku anggaran penggusuran lahan sudah ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku. Hanya saja dinas PU belum bisa bekerja lantaran tanah seluas 1,3 Hektare itu belum dibebaskan oleh Pemda Maluku.

Menurut Kakanwil, dengan kehadiran EHA Maluku, maka pemerintah telah mampu memutus mata rantai penderitaan calon Jamaah Haji. Dia pun memastikan, sejumlah Calon Jamaah Haji dari Provinsi lain diantaranya Papua, Papua Barat dan Provinsi Maluku Utara akan memilih transit di Maluku sebab dari segi biaya transportasinya jauh lebih murah.

”Embarkasih ini selain berdampak sosial dan relegius juga akan berdampak meningkatkan perekenomian di Maluku terutama bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.”kunci Kakanwil.(CIK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top