Hukrim

Terbukti Bersalah, Anggota TNI Dipecat

RakyatMaluku.com – KAPTEN Inf Ruslan, akhirnya dipecat dari Dinas TNI Angkatan Darat, atas kematian La Gode, warga Taliabu, Maluku Utara. Putusan ditetapkan oleh hakim Pengadilan Militer Ambon yang diketuai Kolonel Pnb IP Simanjuntak. Selain perwira pertama ini, juga 10 prajurit lainnya juga diberi sanksi berupa hukuman penjara 9 sampai 10 bulan.

Mereka terbukti melanggar Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP primer Pasal 170 ayat (1) tentang menggunakan tenaga secara bersama-sama untuk melakukan kekerasan terhadap seseorang dan, (3) jo Pasal 156 atau Pasal 170 ayat (1) dan (2) jo Pasal 56 KUHP, Rabu, 6 Juni.

Surat elektronik Kodam XVI/Pattimura yang dikirim Penerangan Kodam (Pendam) menjelaskan, sebelum putusan ini, beberapa kali dilakukan persidangan sampai putusan hukum tetap dijatuhkan kepada 11 personel Yonif RK 732/Banau. Sidang dipimpin Hakim Ketua Kolonel Pnb IP Simanjuntak.

“Kasus yang terjadi di Maluku Utara itu sudah diputuskan dan salah satunya kita pecat. Kasus La Gode itu sampai ke pusat. Jadi kalau ada anggota berbuat salah ya disanksi,” kata Kapendam Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho kepada wartawan, saat berbuka puasa bersama insan pers Maluku di Kantor Pendam, Jumat, 8 Juni.

Dijelaskan, ada 11 anggota TNI yang bertugas Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau didakwa menyiksa La Gode hingga mengakibatkan kematian. Sehingga Oditur Militer Ambon membagi perkara 11 terdakwa tersebut menjadi empat berkas.

“Berkas pertama atas nama Komandan Kompi Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau Ruslan Button; berkas kedua anggota pos Satgas Gamal Albram, Daud Samarkilang, Munawir Ismail dan La Ndeke selaku; berkas ketiga atas nama anggota pos Adi Putra Panirian, dan serta berkas keempat atas nama anggota pos satgas La Fiki, Johan Nikodemus Sambonu, Jasirman, Ekoata Manukrante dan Arifin Rumaf,” jelas Kapendam.

Untuk diketahui, petani cengkeh asal Pulau Taliabu itu ditemukan tewas dengan luka di tubuhnya pada Oktober 2017 lalu. Kematian tersebut diduga akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum aparat. La Gode tewas, diduga lantaran dianiaya aparat usai dituduh mencuri singkong gepe (suame) 5 kilogram seharga Rp 25.000.
Awal Oktober 2017 polisi menangkap dan menitipkan petani cengkeh itu ke Pos Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Banau di bawah komando Korem 152/Baabulah dan Kodam XVI/Pattimura.

Pasca Sidang Peradilan Militer, istri La Gode berharap pelaku mendapat hukuman yang sepantasnya. (AAN)

==========
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top