AMBONESIA

Cemari Lingkungan, Izin Resto Planet 2000 Ditutup

RakyatMaluku.com – CEMARI lingkungan dengan limbah, ijin operasi Resto Planet 200 yang berlokasi di kawasan kelurahan Wainitu kecamatan Nusaniwe Kota Ambon terpaksa di tutup untuk sementara waktu.

Pencemaran lingkungan ini diketahui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon ketika meninjau langsung lokasi pembuangan limbah dari Resto Planet 2000. Tinjauan lapangan yang dilakukan DPRD Kota Ambon itu untuk memastikan kebenaran dari laporan warga di kawasan tersebut lantaran resah dengan kondisi yang terjadi.

Sebelumnya, warga telah melaporkan masalah tersebut ke DPRD Kota Ambon karena merasa terganggu dengan limbah yang dibuang secara sembarangan oleh pihak resto planet 2000 yang kemudian meluap ke jalan raya. Keresahan tersebut kemudian mengundang perhatian DPRD Kota Ambon untuk segera melakukan tinjauwan ke lokasi itu.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally mengakui, setelah pihaknya melakukan tinjauan lapangan, ternyataa diketahui memang benar terjadi pembuangan limbah oleh pihak resto Planet 2000 yang tidak sesuai, sehingga mencerkan lingkungan karena meluap ke jalan raya sehingga membuat warga dikawasan itu resah.

“Jadi memang jelas terjadi pencemaran lingkungan karena membuang limbah secara sembarangan. Jadi rekomendasi Komisi III telah final, bahwa untuk sementara ijin restonya ditutup sampai menunggu pihak management swalayan Planet 2000 memperbaiki syarat-syaratnya,” ujar Yusuf kepada wartawan usai melakukan kunjungan, Rabu 25 Juli 2018.

Dikatatakn, rekomendasi itu akan disampaikan besok (hari ini) kepada pemerintah Kota, dimana yang mengetahui itu adalah Pimpinan DPRD Kota Ambon. Kata Yusuf, berdasarkan laporan dari Dinas terkait bahwa resto planet 2000 itu belum memiliki ijin dampak lingkungan. Namun yang dimiliki itu hanya ijin usaha swalayan. Kemudian menurut kuasa hukum dari Planet 2000 itu bahwa pihaknya baru mengantongi ijin dari Dinas PU terkait pembongkaran jalan untuk saluran air.

“Jadi Dampak lingkungan itu ada. Masyarakat juga telah memberikan contoh air limbahnya, dan kami telah minta kepada pihak dinas lingkungan hidup untuk uji di laboratorium kesehatan Provinsi Maluku,” tegas dia. (R1)

------ ======================

Berita Populer

To Top