Berita Utama

KPU Siap Hadapi, Tim BAILEO Yakin Ditolak MK

– Terkait Gugatan Tim Pasangan HEBAT

RakyatMaluku.com – KOMISI Pemilihan Umum (KPU) provinsi Maluku siap menghadapi gugatan hukum yang ditempuh pasangan calon Herman A Koedoeboen-Abdullah Vanath atas pene­tapan hasil rekapitulasi perolehan suara calon Gubenur-Wakil gubernur Maluku 2018.

Koordinator Divisi Hukum KPU Maluku, Almufatsir Sangadji mengaku, KPU menghargai upaya yang dilakukan pasangan HEBAT. KPU, lanjut Sangadji, tentu menyiapkan jawaban baik formil maupun materil sebagai pihak termohon.

“Pastinya Kita hormati hak pasangan calon untuk mengajukan sengketa di Mahkamah Konstitusi, karena itu upaya terakhir yang bisa dilakukan setelah penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara. Hanya, sebagai penyelenggara pemilu yang nanti ditempatkan sebagai pihak termohon, KPU Maluku siap menghadapi. Baik argumentasi hukum maupun data,”kata Almudatsir, kemarin.

Berdasarkan Surat Keputusan KPU Maluku Nomor 717/HK.03.1/Kpt/81/PROV/IIV/2018 Tentang pene­tapan hasil rekapitulasi penghtitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018, pemenang Pilkada adalah, Murad Ismail-Barnabas Orno dengan perolehan suara 328.982 (40,83 persen) atau berselisih 9,67 persen dengan peraih suara terbanyak kedua, Said Assagaff-Anderias Rentanbun yang meraih 251.036 suaran (31,16 persen), dan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath sebesar 12,82 persen, yang mendapatkan 225.636 suara (28,01 persen).

Atas keputusan KPU tersebut, Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku nomor urut 3, Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath secara resmi telah menguggat hasil Pilgub Maluku yang telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), pada Selasa (10/7) pukul. 16.36 WIB kemarin.
Gugatan ke MK tersebut dengan nomor Akta Pengajuan Permohonan Perkara (APPP) 31/1/PAN.MK/2018. Hendri Lusikooy, Sekretaris Hukum tim HEBAT mengakui, upaya pihaknya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi atas putusan KPU.

“Ya, kita ajukan gugatan ke MK. Poin-poin gugatannya belum bisah saya sampaikan. Intinya, gugatan tersebut berkaitan dengan pelanggaran pemilu saat pilkada berjalan,” singkat Hendri saat dikon­firmasi wartawan.

SIAP HADAPI
Gugatan Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath ke Mahkama Konstitusi (MK) terhadap hasil perolehan suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) sebagaimana yang telah direkap ditingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku diyakini bakal ditolak.

Kepada wartawan, Juru Bicara (Jubir) pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), Azis Tunny mengatakan, pihaknya sangat yakin gugatan itu akan diolak lantaran tidak memenuhi syarat formil.

Menurutnya,Syarat formil sengketa pilkada untuk digugat ke Mahkama Konstitusi itu yakni selisih 2%. Namun kalau selisihnya sangat jauh untuk dijangkau, maka sudah barang tentu dalam putusan sela, MK pasti menolaknya, karena perbedaan selisih suara sudah mencapai 9 persen.

“Kita lihat, pasangan BAILEO sudah unggul diatas dua persen, bahkan jauh dari perolehan suara pasangan HEBAT. Itu berarti, mereka sudah tidak memenuhi syarat formil, dan gugatan mereka tidak akan masuk dalam proses yang lebih lanjut, yakni membahas pokok permasalahan di MK,” ujarnya.

Belajar dari Yurisprudensi atau pengalaman Pilkada 2015 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan 2017 di Kabupaten Buru yang juga menyampaikan gugatan terkait sengketa Pilkada, tapi semua gugatan yang tidak memenuhi syarat formil itu kemudian ditolak oleh MK.

“Nah, kami sangat yakin gugatan HEBAT secara hukum pasti akan mengalami hal yg sama, sudah akan ditolak pada saat Sidang,” jelasnya.

Meskipun diyakini gugatan itu tidak memenuhi syarat formil, namun pasangan Murad Ismail dan Barnanbas Orno akan tetap menyiapkan tim hukumnya untuk menghadapi proses ketidak puasan HEBAT terhadap hasil Pilgub Maluku yang telah usai direkap KPU Maluku itu. “Khususnya dalam mekanisme jawab-menjawab Kami telah menyiapkan tim hukum,” imbuhnya.

Menurutnya, gugatan pasangan HEBAT ke MK dengan register perkara APPP 31/1/PAN. MK/2018 yang masuk pada tanggal 10 juli 2018 kemarin sangat tidak berbanding lurus dengan proses Pilgub Maluku 2018 yang bersih.

Dia juga mengaku tidak tahu apa pokok permasalahan yang digugat oleh pasangan HEBAT terhadap hasil Pilkada Maluku 27 Juni 2018 itu. Padahal, diketahui Pilgub Maluku 2018 kemarin sangat berjalan baik dan aman serta bersih dari pelanggaran.

Gugatan yang diajukan pasangan HEBAT tidak mendapatkan dukungan dari pihak pengawasan. Karena, dari pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku juga telah mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan bahwa Pilgub Maluku 2018 dinyatakan bersih dan aman.

“Saya kira rekomendasi dari Bawaslu juga sudah jelas, bahwa pelaksanaan pesta demokrasi tidak ditemukan adanya pelanggaran. Jadi jika pasangan HEBAT ingin melakukan gugatan, itu mestinya ada dukungan dari rekomendasi Bawaslu tapi ini kan tidak,” pungkasnya.

Asumsinya, langkah gugatan yang diambil oleh pasangan HEBAT menunjukkan bahwa pasangan de­ngan nomor urut tiga itu tidak bisa berbesar hati untuk menerima kekalahan. (ASI/R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top