Berita Utama

Polda Maluku Dan Kodam Pattimura Bantu Warga Mausu Ane

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Daerah (Polda) Malu­ku dan Kodam XVI/Pattimura mener­junkan personel mereka ke Dusun Mausu Ane, untuk menyalurkan sem­bako dan obat-obatan kepada masya­rakat setempat yang terkena busung lapar. Warga Mausu Ane merupakan salah satu suku terasing yang berada di pedalaman pegunungan Morkelle, Seram Utara, Kabupaten Maluku Te­ngah.

Selain beras, 200 karton mie ins­tan, dan gula pasir. Polda Maluku juga mengirimkan obat-obatan dan tim medis untuk menangani persoalan di Mausu Ane.

“Selain kebutuhan pangan yang diberikan oleh Polda Maluku kepada 43 kepala keluarga dari 3 suku terasing yang ada di pedalaman pegunungan Mausu Ane di pedalaman pegunungan Morkelle, Seram Utara, Polda Maluku juga mengirimkan obat-obatan termasuk memberangkatkan Tenaga Medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk merawat masyarakat yang sakit, “ tutur Kabid Humas Komisaris Besar (Kombes) Polisi Muhammad Roem Ohoirat kepada wartawan, Selasa, 24 Juli 2018.

Pengiriman sembako, obat-obatan dan tenaga medis ini merupakan kepedulian Polda Maluku, setelah menindaklanjuti informasi yang mereka terima bahwa adanya bencana kelaparan masyarakat suku terasing di pedalaman hutan, Gunung Morkolle, Seram Utara. Ditambahkan, ketika menerima laporan, pihaknya langsung mengambil langkah, di mana melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Maneo Nikolas Boiratan untuk mendiskusikan kebutuhan dan teknis penyerahan bantuan termasuk apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Untuk mencapai Dusun Maeno dengan menem­puh jarak sekitar 3 jam dengan kendaraan dari Desa Wahai dengan lama perjalanan sekitar 8 jam dari kota Masohi, dilanjutkan lagi berjalan kaki 8 jam ke desa terdekat. Dengan lokasi titik kumpul terdekat ke masyarakat terasing paling terdekat di Kali Tohaku, dengan rute melalui Polsek Seram Utara , Rumah singgah Dusun Soahari dan kali Tohaku yang dapat ditempuh dengan berkendara sekitar 3 jam dari Desa Wahai dan 8 jam dari Masohi, “Ucapnya.

Desa Maneo, dihuni oleh 3 suku, masing-masing, suku Lehaha, Lukailate, dan Tehorana. Suku-suku ini hidupnya berpindah-pindah (nomaden, red). Untuk menemui mereka, sambung Ohoirat, harus melalui Raja Maneo.
“Penyerahan bantuan sesuai usul Kepala Desa akan dilaksanakan di Desa Siahari, pada Kamis, 26 Juli 2018. Nanti Kapolres Maluku Tengah (AKBP Arthur Simamora) bersama Sat Brimobda Maluku. Direncanakan besok (hari ini) akan menemui Kepala Desa Maneo di Desa Wai Muse. Selanjutnya bersama-sama ke lokasi untuk penyerahan bantuan di Desa Siahari,” ungkapnya.

Sementara Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho mengatakan, Kodam sudah bergerak dengan menerjunkan personelnya ke lokasi. Ia menuturkan, perjalanan ke lokasi kurang lebih 8 jam dari Kota Masohi.

“Sesuai instruksi Pak Pangdam, Kodim 1502/Masohi sebagai satuan kewilayahan, saat ini baru diberikan bantuan awal berupa 40 kardus mie instans dan 44 Karung beras ke warga Suku Mausu Ane. Anggota sudah tiba di Dusun Siahari, Seram Utara Timur Kobi,” ujar Kepal Penerangan Kodam XIV/Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho kepada wartawan, kemarin.

Kodim juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dusun Siahari Anton Katipana dan Pendeta Siahaya, untuk mengambil langkah cepat memberikan logistik. Dan telah disepakati akan melakukan pertemuan dengan warga suku Mausu Ane di Dusun Siahari, guna mengambil bantuan bantuan tanggap darurat dari TNI, hari ini (Rabu, 25 Juli 2018).

“Saat ini juga sudah disiapkan Tim medis dari RST dr.Latumeten dan bantuan sembako dari Bekangdam XVI/Pattimura serta dukungan transportasi heli bell BKO Kodam XVI/Pattimura untuk mempercepat dorongan bantuan logistik kepada Masyarakat Suku Mausu Ane,” tutur Sihaloho. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top