Berita Utama

Gunung Botak Dikosongkan Dari Penambang Ilegal

RakyatMaluku.com – PENYISIRAN atau pengosongan lokasi penam­bangan di Gunung Botak dari para penambang ilegal, Kamis 30 Agustus 2018, kemarin, kembali digelar.

Sedikitnya 300 personil dari TNI/Polri dan Satuan Po­lisi Pamong Praja Kabupaten Buru, dilibatkan untuk mela­kukan penyisiran ter­hadap ku­rang lebih 7,500 pe­nam­bangan ilegal. Kapolres Pulau Bu­ru, AKBP Adityanto Setya Budi, yang me­mim­pin langsung penyisiran di lokasi Gunung Botak mengatakan, pen­yisiran akan dilakukan dalam tiga hari terhitung dari hari ini (ke­marin) sampai ada instruksi selan­jutnya dari Pemerintah Pem­­prov Maluku yang memiliki wewe­nang atas Gunung Botak.

Kapolres yang didampingi Dan­­dim 2506 Namlea, Letkol Syarifudin Azis, Asisten II Pemkab Buru, Abas Pelu, Kadis Lingkungan Hidup Kabu­paten Buru, Ajie Hentihu mengatakan, penyisiran ini merupakan inisiatif dari Pol­res Pulau Buru dan sejumlah pendukung lainnya karena berbagai pertimbangan diantaranya, keamanan yang sudah mu­lai menghawatirkan karna sering terjadi tindak kri­minal dan lain-lainnya.

“Kita hanya menjalankan perintah yakni menjaga Kamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Buru tanpa terkecuali Gunung Botak. Untuk itu, penyisiran ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masya­rakat Kabupaten Buru,” ujar Kapolres Pulau Buru, AKBP Adityanto Setya Budi, kemarin.

Pihaknya, kata Kapolres, sebelum pen­­yisiran sudah melakukan sosialisasi terkait pe­ngo­songan Gunung Botak sejak Senin 27 Agus­tus 2017. Sejak sosialisasi, penambang sudah mu­lai menurunkan barang-barang mereka dan mengo­songkan lokasi Gunung Botak. Hingga pelaksanaan penyisiran, sudah tidak ada lagi aktivitas pe­nam­bangan bahkan penambang yang terlihat hanya kurang lebih 50 orang yang sedang mengangkat barang-barang mereka.

Mengenai sikap masyarakat adat di Gunung Botak, Kapolres mengatakan, semua masyarakat baik mas­- yarakat adat maupun penambang sangat ber­sahabat. Tidak ada halangan apapun saat penyisiran bahkan penyisiran hanya didapati tenda-tenda dengan terpal berwarna biru yang sudah tidak berpenghuni. Tenda-tenda tersebut kemudian dibongkar dan dibakar.

Dari pantauan sejumlah wartawan yang ikut da­lam penyisiran di Gunung Botak menyebutkan, saat penyisiran dilakukan oleh aparat kemanan, kondisi Gunung Botak sudah dalam keadaan kosong. Hanya tampak beberapa penambang yang sedang mengangkat barang-barang Anhoni dan menurunkan dari atas Gunung Botak. Tidak ada aktivitas penambangan dan Gunung Botak sudah terlihat sangat sepi.

Bukan hanya Gunung Botak yang sepi, aktivitas perusahaan di Lokasi Anhoni yang mana lokasi tersebut merupakan tempat pengangkatan sendimen oleh PT BPS juga tampak sangat sepi. Tidak terlihat satupun mobil truk PT BPS untuk pengangkatan sendimen yang ada di lokasi kali Anhoni.

Sementara Dandim Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Sarifuddin, menambahkan bahwa apa yang disam­paikan Kapolres, harus dipedomani. Kedatangan apa­rat keamanan di Gunung Botak, untuk mengimbau penambang meninggalkan Gunung Botak.

“Apa yang disampaikan oleh Kapolres agar di pedomani. Dan kita datang di tambang untuk meng­imbau penambang agar turun. Perintah tembak ber­dasarkan perintah Kapolres,” tandasnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat mengakui kalau ada penyisiran di Gunung Botak. Penyisiran melibatkan TNI Polri, dan Pemkab setempat.

“Ini personil gabungan dari TNI, Polri dan Pemda Buruh berjumlah 300 orang dipimpin Kapolres, Dandim dan Asisten 2 Kantor Bupati Buru melakukan penyisiran di Gunung Botak untuk menurunkan dan mengosongkan Gunung Botak dari penambang liar” kemarin.

Sebelum perintah mengosongkan kawasan emas ini, terlebih dahulu dilaksanakan sosialisasi kepada penambang ilegal.

“Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi untuk pengo­­songan Gunung Botak. Ketika dilakukan pen­yisiran, para penambang sudah turun dan sudah kosong. Hanya tinggal beberapa penambang yang sedang membereskan barangnya dan hari ini (kemarin) juga sudah turun semua,” tandas Ohoirat. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top