Hukrim

3 Tersangka Penjual Cendrawasih Diserahkan Ke Jaksa

RakyatMaluku.com – TAHAPAN penyelidikan dan penyidikan kasus penyelundupan burung cendrawasih di Kepulau Aru, yang dilakukan Margareta Rerebain, Merry Tandra, serta Marnex Goliat, yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diterskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, akhirnya selesai ditangani penyidik. Ini setelah penyidik Ditreskrimsus menyerahkan Tahap II (tersangka dan barang bukti) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Jadi Rabu, 19 September, itu penyidik Subdit IV Ditreskrimsus sudah melakukan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) ke JPU. Dilakukan Tahap II sekitar pukul 14.30 WIT. Tidak saja tiga tersangka tapi barang bukti berupa 28 ekor cendrawasih mati yang sudah diawetkan, juga diberikan ke jaksa, termasuk 3 unit Handphone, Kartu SIM dan memory card,” kata Kabid Huhuams Polda Maluku Komisaris Besar Muhammad Roem Ohoirat kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dengan penyerahan ini, maka kasus tersebut selanjutnya ditangani Jaksa Penutut Umum (JPU), untuk kemudian dikirim ke pengadilan untuk kemudian di sidangkan masalah penjualan cendrawasih.

“Kasus ini selanjutnya menjadi tanggungjawab jaksa, untuk selanjutnya akan diproses di pengadilan. Di pengadilan baru Hakim memutuskan hukuman yang sebenarnya kepada mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Ke­pu­lauan Aru meringkus pelaku pen­­yelundupan burung cendra­wasih. Pelaku bernama Margareta Rerebain ditangkap setelah foto cendrawasih yang sudah diawetkan, viral di facebook, Senin, 6 Agustus.

Setelah meringkus Margareta, polisi kembangan dan menangkap lagi dua warga lainnya, Merry Tandra dan Go Marnex Goliat. Saat ini ketika pelaku dan 28 ekor cendrawasih yang sudah diawetkan diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku untuk mempe­tanggungjawabkan per­buatan mereka.

Direktur Kriminal Khusus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Firman Nainggolan mengatakan, tertangkapnya MR, ketika dia menawarkan bu­rung cendrawasih lewat akun facebooknya. Saat Ditreskrimsus dicek akun FB MR, ternyata dia berada di Dobo, Ibu Kota Kepulauan Aru. Krimsus pun berkoordinasi dengan Kapolres Aru AKBP Adolf Bormasa, untuk melakukan pengecekan. Setelah tempat tinggal MR diketahui, dia diinterogasi.

MR menjelaskan kalau apa yang dipostingnya hanya keisengan. Namun, polisi tak percaya, anggota Polres Aru, melakukan pengeledahan dan ditemukan satu karton berisikan puluhan cendrawasih yang telah diawetkan. Burung-burung ini disembunyikan di bawah tempat tidur kamarnya.

“28 ekor jenis burung cendrawasih sudah mulai viral. Dan tanggal 6 Polda-Polres melaksanakan penyelidikan terhadap profil Facebook tersebut dari. Hasil profil ditemukan bahwa pemiliknya berada dan Pulau Aru tepatmya ini di Dobo, kemudian didalami selanjutnya ditemukan bahwa pemiliknya inisial MR. Setelah diamankan yang bersangkutan dan melakukan interogasi untuk klarifikasi sehubungan dengan postingan di Facebook tersebut, kemudian diamankan lagi dua orang, wanita dan pria, MT dan GM. Burung yang dia beli seharga Rp350-Rp400 ribu perekor,” kata Firman Nainggolan,” kepada wartawan di ruang transit Brimob Maluku, Tantui, Kecamatan Sirimau, Senin, 13 Agustus 2018.

Ditambahkan, penyelidkan dan pengembangan tidak sampai sebatas pembelian burung saja, tapi sampai ke penjualan. Sambung Nainggolan, apa yang dilakoni MR, sudah ssejak 2013 lalu. Penyelundupannya lewat kapal laut.

“Jadi MR ini sudah melakukan kegiatan ini sejak 2013 dan ini bagian dari jaringan. Sampai 2018 ini sebanyak 500 ekor yang sudah diselundupkan. Yang paling gampang itu lewat kapal laut. Para tersangka akan dijerat melanggar pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 Undang-Undang nomor 5 tahun 1990.” jelasnya.

Tertangkapnya penyelundup cendarawasih ini, Polda Maluku, kata dia, akan melakukan sosialisasi di Aru, sehingga masyarakat setempat tahu kalau cendrawasih merupakan hewan yang dilindungi.

“Nanti kita akan turunkan tim ke sana (Aru) dan bersama-sama Polres melakukan sosialisasi untuk mencegah penangkapan cendrawasih oleh masyarakat setempat. Terutama di desa yang menjadi habitat burung cendrawasih ini,” tandasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top