Berita Utama

Pengiriman Cinnabar Via Kantor Pos Digagalkan

Polisi mengamankan batu cinnabar seberat 100 kilogram di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Rabu 19 September 2018. (Foto: Mohas Amir/RakyatMaluku)

RakyatMaluku.com – KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 201,84 Kg Batu Cinnabar di Mobil Box PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Ambon.

Batu Cinnabar yang dibungkus rapi, rencananya akan dikirimkan ke Kota Bau-Bau Sawesi Tenggara, dengan menggu­nakan ka­pal laut, Selasa, 18 September 2018, sekitar pukul 20.00 WIT. Diamankan bahan kimia berbahaya ini ketika anggota Polsek mencurigai isi barang dibawa mobil bernomor polisi DE 8635 MR karena dibungkus rapi.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, AKP Ronni Manawan, menjelaskan, ketika itu anak buahnya sedang merazia barang-barang penumpang, baik yang turun maupun naik diatas Kapal KM Tidar. Kapal ini tujuan Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kapal ini baru saja dari Papua.

“Semalam anggota melaksanakan giat 21. Me­mang ini sudah masuk dalam kecurigaan anggota kami yang sedang melakukan giat 21, dan anggota kami temukan bahan Batu Cinnabar yang dikemas sangat rapi,” ungkap Roni Manawan, kepada wartawan di ruangnnya, Rabu, 19 September 2018.

Modus dipakai para pelaku bisnis ini, mengunakan mobil boks Kantor POS bernomor polisi DE 8635 MR. Lanjut perwira pertama (Pama) Polri ini, ditemukan 10 karung yang bila ditotalkan beratnya 100 Kg, namun saat ditimbang ulang ternyata 200 Kg lebih.

“Setelah kami timbang ulang, juga disaksikan pihak Kantor Pos ternyata berat BB Cinnabar tidak sesuai dengan resi pengiriman. Yang dilampirkan 10 kilo per karung, di mana ada 10 karung, dan total 100 kilo, ternyata ketika kami timbang ulang total berat secara keseluruhan 201,84 Kg,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengatakan bahwa Cinnabar akan diolah di Bau-Bau. Sementara kepunyaan barang itu, petugas Kantor Pos menyampaikan milik Hendra dan kini sementara dilacak tempat tinggalnya.

“Kemungkinan akan diproduksi di Bau-Bau. Menurut informasi yang membawa petugas Kantor Pos, namanya Hendra tapi sebatas mereka tau namanya Hendra, tapil alamat dari pemilik kami belum ketahui,” tandasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top