Ambonesia

Sering Rusak, Mesin Parkir Diduga Barang Bekas

– Dewan Kota Bakal Panggil Dishub

RakyatMaluku.com – MESIN parkir elektronik yang dipasang Di­nas Perhubungan Kota Ambon pada beberapa titik kini sering mengalami kerusakan pada mesin print karcis atau tiket dari Box Ticketing Manless. Selain daripada kerusakan Box Tic­keting Manless, penarikan retribusi se­cara manual itu juga dilakukan lantaran kehabisan kertas karcis.

Kendati demikian, Kepala Dinas Perhu­bungan Kota Ambon, Robby Sapulette memastikan tidak ada pungutan liar pada retribusi parkir elektrik tersebut. Dia meng­akui, meskipun penagihan dilakukan secara manual, tapi portalnya tetap berfungsi. Untuk memperbaiki mesin tersebut, Dishub Kota Ambon akan meminta kepada pihak ketiga untuk mendatangkan teknisi dari Jakarta, se­bab memang untuk persoalan kerusakan tersebut teknisinya harus dari Jakarta, agar karcis bisa dipro­duksi dari mesinnya.

“Dari aspek retribusi memang tidak bermasalah, karena yang dibayar itu tetap seperti biasa. Karena, parkir ini hanya bersifat untuk pengamanan ken­da­raan. Karena masalah kerusakan ini kerap terjadi, maka kita akan minta pihak ketiga untuk memperbaikinya. Namun jika biayanya terlalu besar, maka kita akan evaluasi dan meminta biaya perbaikan dari Dinas, sebab itu merupakan aset dari Dinas sendiri,” ujar Robby kepada Rakyat Maluku, Kamis 13 September 2018.

Sementara menyangkut setoran dari pihak ketiga, kata Robby itu tetap sesuai dengan nilai kontrak yakni senilai Rp. 3,6 miliar per Tahun 2018 dengan dibayar per-bulan. Robby mengaku lupa nama perusahaan selaku pihak ketiga yang memenangkan tender proyek parker elektronik tersebut. Kata dia, pemenang tender proyek tersebut me­lalui proses pelelangan sesuai rekomendasi BPK bahwa harus melalui system lelang yang dilakukan pada Februari 2018 kemarin yang diikuti sebanyak kurang lebih 7 perusahaan.

“Untuk tahun 2019 ini akan ada proses lelang pada November mendatang, dan pemenang tender akan mulai beroperasi pada Januari 2019,” jelasnya.

Sementara itu, ketua komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Yusuf Wally yang dikonfirmasi soal kerusakan parkir elektronik tersebut mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mendapatkan informasi dari kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Ambon bahwa mesin parkir elektronik yang rusak itu telah diperbaiki.

Namun, berdasarkan informasi terakhir itu pena­gihan retribusinya berjalan, tapi secara manual, itu berarti masih ada kendala pada mesin sehingga tidak ada penagihan berdasarkan karcis.

“Jadi nanti kita akan undang pihak Dishub untuk mem­pertanyakan masalah yang terjadi terkait keru­sakan mesin elektrinik perparkiran. Kalau mesin itu rusak, maka seharusnya diperbaiki. Pihak ketiga juga harus dievaluasi oleh Dishub Kota Ambon terkait masalah tersebut,” ujar Yusuf. Dia menduga, jika sering terjadi kerusakan pada mesin, takutnya mesin parkir elektronik itu merupakan barang bekas. Pihaknya akan mengonfirmasi hal ini ke Dishub Kota Ambon.

“Untuk itu kita akan mempertanyakan itu kepada pihak Dishub pada rapat yang rencananya dilakukan pada Senin pekan depan,” tandasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top