Berita Utama

Sikap Politik Bupati MTB Dinilai Tak Etis

RakyatMaluku.com – SIKAP politik Petrus Fatlolon, Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) dinilai tak etis. Karena sebagai kader Partai Demokrat, Fatlolon, tidak ingin berjuang bersama partai berlambang bintang mercy untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Fatlolon telah bersikap untuk ber­gabung dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Maluku. Pemerhati politik Maluku, Mohammad Borut menilai, keputusan yang diambil Fatlolon adalah hak politik sebagai warga negara, namun secara etika politik, tidak bisa dibenarkan.

“Fenomena pindah kelompok me­­­­mang ramai terjadi di Pilpres 2019, dan itu tak luput di Maluku. Sebagaimana sejumlah media yang memberitakan sikap kader Demokrat, Petrus Fatlolon yang pindah gerbong untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Maluku, adalah sikap politik yang tak etis. Memang sebagai warga negara Petrus berhak, tetapi sekali lagi, Petrus adalah kader Demokrat yang mestinya taat terhadap fatsun politik internal,” kata Borut.

Menurutnya, jika beberapa kepala daerah bersikap mendukung Jokowi-Ma’ruf ka­rena mereka adalah kader parpol koalisi pe­ngusung Jokowi-Ma’ruf. Tentunya hal itu berbeda dengan Fatlolon. Partainya berjuang dalam visi dan kepentingan partai pada figur yang lain, sementara Fatlolon justeru ingin berakrobat sendiri tanpa peduli dengan partai yang sudah mem­besarkan namanya di gelanggang politik saat ini.

“Jika beberapa kepala daerah bersikap men­dukung Jokowi-Ma’ruf karena mereka adalah kader parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf. Tentunya hal itu berbeda dengan Fatlolon. Partainya berjuang da­lam visi dan kepentingan partai pada figur yang lain,”paparnya.

Bagi Borut, langkah Fatlolon tentu menunjukan sikap tidak loyal nya dia sebagai kader partai apalagi sebagi bupati yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada MTB 2017 lalu. Sikap Fatlolon mencerminkan betapa ‘minimnya’ komitmen kader terhadap partai politik. Langkah Fatlolon tentu menunjukan sikap tidak loyalnya dia sebagai kader partai apalagi sebagi bupati yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada MTB 2017 lalu.

Borut juga menyampaikan analisisnya soal di­namika Pilpres 2019 mendatang. Bagi Borut, publik harus mencatat bahwa Pilpres 2019 akan ada sedekit warna yang berbeda jika mengikuti pergolakan politik nasional yang terjadi saat ini. Artinya, dukungan kepala daerah tidak memberikan jaminan bahwa Pasangan Jokowi-Ma’ruf akan menuai kemenangan d Maluku.

“Saya ingin sampaikan bahwa Pilpres 2019 akan ada sedikit warna yang berbeda jika mengikuti pergolakan politik Nasional yang terjadi saat ini. Artinya, dukungan kepala daerah tidak memberikan jaminan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf akan menuai kemenangan di Maluku,” tutupnya. (ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top