Ambonesia

Walikota Didesak Evaluasi SK Duta Medsos

RakyatMaluku.com – WALIKOTA Ambon, Richard Louhenapessy, diminta untuk segera mengevaluasi kebijaknya terkait penetapan pegiat media sosial Shafiq Pontoh, sebagai Duta Media Sosial untuk Kota Ambon. Pasalnya, penetapan Surat Keputusan (SK) Walikota Ambon Nomor 371 tentang Pengangkatan Shafiq Pontoh sebagai Duta Medsos Kota Ambon, telah melecehkan masyarakat di Kota Ambon, yang marak dibincangkan di media sosial.

Tak hanya itu, Shafiq Pontoh sendiri diketahui masyarakat Maluku, justru lewat pernyataan bohongnya terhadap masyarakat di Kota Ambon dalam penggunaan media soaial, dan yang lebih aneh, tiba-tiba SP di-SK-kan menjadi Duta Medsos oleh Walikota Ambon, tanpa melalui kajian lebih dalam.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, secara tegas menolak kebijakan Walikota Ambon tersebut. Alasannya, pernyataan Shafiq Pontoh beberapa waktu lalu telah melukai hati warga Kota Ambon secara keseluruhan. Sehingga Shafiq Pontoh tidak layak diangkat sebagai duta Medsos untuk Kota Ambon.

Mestinya, SP diberikan sanksi atas pernyataannya bukan digadang menjadi Duta oleh Walikota Ambon. “Pada prinsipnya, saya juga menolak SK Walikota Ambon Nomor 371 Tahun 2018 tentang pengangkatan Shafiq Pontoh sebagai Duta Medsos sebagaimana yang dibacakan walikota dalam upacara HUT Kota Ambon beberapa hari lalu,” tegas Rustam, yang disampaikan kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Ambon, Senin, 9 September 2018.

Perbuatan SP pertama sudah dimaafkan. Memberi maaf sudah cukup untuk SP, bukannya dilanjutkan dengan penetapannya sebagai Duta Medsos. Bahkan, pernyataan SP sendiri masih menyisahkan rasa sakit hati dari warga di Ambon. Belum sembuh rasa sakit itu, meski sudah dimaafkan, tiba-tiba Walikota Ambon membuat kebijakan yang seolah menambah rasa sakit warga.

“Memberi maaf saja sudah cukup. Jangan lukai lagi masyarakat Kota Ambon khususnya para pegiat Medsos. Pengangkatan SP tidak arif dan bijaksana, sehingga kebijakan Walikota Ambon dikecam oleh banyak kalangan di Medsos. Saya kira Walikota Ambon harus arif dan bijaksana dalam mengambil mengambil kebijakan. Untuk itu, Walikota harus menjelaskan ke publik alasan apa sehingga Shafiq dipilih sebagai duta Medsos, agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan,” jelas dia.

Penolakan juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin, bahwa, kebijakan Walikota Ambon tersebut harus dievaluasi. “Pengangkatan itu menim­bulkan banyak polemik, ter­uta­ma teman-teman pemuda di Maluku. Artinya mungkin niat­nya baik, tapi mungkin dia bisa membangun persepsi yang juga lain. Untuk itu wali­kota perlu melakukan evaluasi.” Pengangkatan itu tidak pernah di­komunikasikan atau dibahas sebelumnya bersama dengan DPRD Kota Ambon, selaku parlemen rakyat.

Sehingga pihaknya juga terkejut saat mendengar pengangkatan itu. “Setahu saya tidak ada komunikasi antara Pemkot dalam hal ini Walikota Ambon, dengan DPRD Kota Am­bon terkait pengangkatan Sha­fiq sebagai duta medsos Kota Ambon,” tegas dia.

Pengangkatan Shafiq sebagai duta Medsos itu, belum terlalu pen­ting. Sebab waktunya kurang tepat karena masih ada proses hukum yang berjalan bagi Pontoh, atas pernyataannya tersebut beberapa waktu lalu. Menurut dia, saat ini Shafiq masih dalam proses hukum. Warga Ambon di Jakarta juga telah melapor­kan dia ke polisi atas per­nya­taannya yang dinilai tidak menyenangkan warga Ambon.

“Kalau diang­kat sebagai duta, tiba-tiba dia dijadikan tersangka, berarti ini kan bisa jadi masalah,” tegas Rovik. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top