GERBANG PENDIDIKAN

2019-2024 Penmad Kemenag Maluku Fokus Kembangkan Mutu

Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku menggelar kegiatan penguatan kapasitas manajemen pendidikan dan layanan tugas dengan melibatkan kepala-kepala madrasah. Hadir sebagai pemateri, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah M. Hanafi Rumatiga. Kamis, 26 Juli.

RakyatMaluku.com – KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku melalui Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) menargetkan fokus pengembangan mutu madrasah pada fase 2019-2024 mendatang.

Pada fase ini, seluruh potensi baik Sumber Daya Manusia (SDM), potensi anggaran diarahkan untuk mengembangkan kualitas dan mutu pendidikan. Hal ini dipaparkan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Maluku M. Hanafi Rumatiga pada kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Pendidikan dan Layanan Tugas Tahun 2018 di lantai 7 Hotel Everbrigt, Kamis 26 Juli.

Rumatiga menegaskan, pada fase 2019-2024 urusan cat-mengecat sekolah, mempercantik lembaga madrasah sudah tidak lagi menjadi prioritas. Sebab, urusan itu telah selesai pada fase penataan lembaga dalam Rencana Strategi (Renstra) 2015-2019.

”Jika ada yang masih ingin mempercantik lembaganya didalam fase 2019-2024 itu tidak masalah tetapi bukan lagi menjadi tujuan utama. Yang diprioritaskan adalah pengembangan mutu,”tegas Rumatiga.

Menurut Rumatiga, semua fikiran, tenaga, daya yang ada akan dikonsentrasikan pada pengembangan mutu. Sehingga anggaran yang sudah disiapkan oleh perencanaan, fasilitas yang sudah disediahkan semua itu adalah sebagai sarana dalam rangka mengembangkan mutu.

”Kita tidak lagi berkutat pada ganti seragam, ganti kulit madrasah. Itu sudah selesai massanya.Tetapi bagaimana kita dengan tenaga dan SDM serta didukung anggaran menyiapkan kualitas dan mutu lulusan madrasah,”tutur Rumatiga.

Dikatakan, ada lima komponen penting yang harus diselaraskan untuk pengembangan mutu pendidikan. Pertama, menata lembaga secara refresentatif sehingga madrasah tidak dilihat dengan sebelah mata. Artinya, tidak boleh ada madrasah yang atapnya masih bocor. Semua itu harus dimenej dengan baik dimulai dari akreditasi. Kedua, guru.

Guru tidak bisa lagi datang berikan buku ke siswa untuk mencatat kemudian kembali kerumah. Program Bidang Pendidikan Madrasah kedepan adalah memberdayakan para guru dengan melakukan berbagai aktifitas semacam kompetisi dalam berbagai bidang ilmu. Ketiga, siswa. Bahwa seluruh proses pembelajaran saat ini harus berorientasi pada siswa. Artinya, siswa tidak lagi dijadikan sebagai objek semata tetapi harus menjadi subjek.

Keduanya diseimbangkan. Pola seperti itu harus dirubah bahwa disamping menjadi objek pembelajaran sekaligus menjadi subjek pembelajaran. Artinya para guru harus memiliki pemahaman bahwa dia bukan sekedar sumber belajar tetapi lebih banyak berperan sebagai mediator, fasilitator.

Keempat orang tua. Orang tua memiliki peran penting dalam rangka pengembangan mutu pendidikan serta komite. Komite harus mampu dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka mendongkrak pengembangan mutu siswa.

”Kita tahu bersama masih ada sebagian madrasah menjadikan komite sebagai tameng atau untuk memenuhi regulasi yang ada tetapi tidak jelas perannya.Nah, ini tugas kepala sekolah untuk meyakinkan komite. Kalau komite berjalan dengan baik maka sekolah akan berjalan normal dalam prosesnya. Ingat, jangan jadikan komite sebagai benalu,”pesan Rumatiga.

Kesempatan itu, Rumatiga menjelaskan, tujuan penting dari kegiatan penguatan kapasitas manajemen pendidikan dan layanan tugas adalah mencari format pendidikan madrasah sehingga kedepan benar-benar dikawal bersama melalui sebua proses perencanaan matang dan dituangkan dalam program strategis hingga mendapatkan anggaran yang optimal. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top