Ambonesia

Dishub Ambon Keluarkan Larangan Merokok Di Angkot

Ilustrasi

DINAS Perhubungan Kota Ambon mengeluarkan peringatan kepada para sopir dan penumpang, yang kerap merokok di dalam angkutan kota (angkot). Bila kedapatan, maka akan diberikan sanksi tegas kepada pengusaha angkot, karena membiarkan sopir maupun penumpang merokok di dalam mobil. 

Larangan merokok di dalam angkot, akan disosialisasikan ke seluruh wilayah di Kota Ambon, oleh organisasi Vital Strategies dan Mahasiswa Technology University of Sidney-Australia, telah dimulai sejak Sabtu, 26 Januari 2019.

Kampanye ‘Seng Mau Merokok’ yang  diawali dari Pattimura Park Kota Ambon ini, diharapkan dapat melibatkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang ada di Kota Ambon, sehingga ada kesadaran bersama-sama melawan aksi merokok di dalam angkutan umum. 

Kepala Dinas Kota Ambon, Robby Sapulette, menjelaskan, ia akan meminta ORGANDA, dapat menyampaikan informasi ini, sehingga semua dapat bersama-sama mengkampanyekan gerakan dilarang merokok di dalam mobil angkutan umum, demi menjaga kesehatan para penumpang alias warga di kota manise ini.

“Saya harap, dalam kegiatan promosi atau Kampanye ‘Beta Seng Mau Rokok’ nanti, pemerintah kota juga melibatkan Organda yang ada di Kota Ambon. Saya mau meminta agar semua angkot harus bebas dari merokok,” jelas Robby, Sabtu 26 Januari 2019.

Kata dia, seluruh angkot  harus bebas rokok. Hal ini diberlakukan agar penumpang selaku pengguna jasa angkot  bisa merasa nyaman. Penegasan tersebut akan diusulkan dalam sebuah peraturan yang nantinya diperkuat dengan Peraturan Walikota (Perwali). Setelah aturan itu diberlakukan, pihak Dinas Perhubungan akan melakukan swiping, terutama kepada para pengemudi atau sopir angkot, kemudian juga bagi para penumpang. 

“Ini harus ditegaskan bagi para pengemudi saat berkendara. Kalau pengemudi sudah mematuhinya, kemudian juga ditegaskan kepada penumpang. Kalau penumpang yang merokok dalam angkot, harus ditegur oleh pengemudi. Kalau penumpang tidak peduli, maka harus diturunkan dari angkot,” tandasnya. 

Di dalam angkot  itubjuga harus disediakan tempat sampah, agar penumpang tidak membuang sampah sembarangan dari dalam angkutan ke jalan. 

“Jadi ada dua aturan yang akan diterapkan, yakni terkait dengan kebersihan dan juga terkait angkutan bebas rokok. Jadi kita mau jadikan angkutan sebagai sarana bebas rokok. Di dalam peraturan itu tentu akan ada sanksi, baik kepada Organda, Supir angkut maupun penumpang sebagai pengguna jasa angkutan umum.  Ini akan ditegaskan kepada Organda. Jadi supir angkot tidak boleh merokok saat berkendara, dan supir juga jangan segan untuk menegur penumpang yang merokok saat dalam kendaraan,” tegasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top