Berita Utama

Jaksa Garap Ketua Panitia Pengadaan Barang

Samy Sapulette

-Korupsi Proyek Speed Boat BPJN Maluku

TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan pemeriksaan terhadap ketua panitia pengadaan barang/jasa inisial LM, sebagai saksi dalam perkara korupsi proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2016 sebesar Rp 4 miliar lebih.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette, saksi LM yang juga sebagai anggota pemeriksa barang diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Zadrach Ayal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tersangka Direktur CV. Damas Jaya, Achmad Mirzah Malaka alias Aming selaku rekanan ditahap penyidikan.

“Hari ini (kemarin, red) saksi LM telah hadir menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik, untuk melengkapi berkas perkara tersangka Za dan tersangka AMM ditahap penyidikan,” ucap Samy, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin, 21 Januari 2019.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama empat jam, sejak pukul 10.00 – 14.00 Wit, saksi LM dicecar 20 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik Abdul Hakim terkait tupoksinya dalam pengadaan barang dan jasa pada pekerjaan proyek pengadaan Speed Boat tahun anggaran 2016 sebesar Rp 4 miliar lebih.

“Saya tidak tahu isi pemeriksaannya seperti apa, namun yang yang pasti saksi LM ini ditanya seputar tupoksinya dalam pengadaan barang dan jasa sekaligus pemeriksan barang,” jelas Samy.

Ditanya kerugian keuangan negara yang diakibatkan kedua tersangka itu, Samy menjelaskan, masih terdapat beberapa dokumen yang harus diserahkan Penyidik kepada Tim Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku untuk percepatan perhitungan kerugian keuangan negaranya.

”Penyidik sudah berkoordinasi bersama Tim Auditor BPKP, dimana inti koordinasi adalah masih ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi oleh penyidik guna percepatan perhitungan kerugian keuangan negaranya,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2016 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan bagi pengadaan dua unit speed boat yang ditangani oleh tersangka Zadrach Ayal selaku PPK. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dengan direkturnya Achmad Mirzah Malaka dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1,6 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top