Opini

Mammografi Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Dr. Intan Yunita

Oleh: Dr. Intan Yunita, Tenaga Medis Di Kabupaten MBD, Maluku

TAUKAH anda bahwa kanker payudara memiliki angka kejadian tertinggi di antara kanker-kanker pada wanita?

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. 

Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Dimana kanker merupakan tumor yang mengalami keganasan. Kanker payudara merupakan kanker yang terdapat di payudara. 

Kanker payudara merupakan problema kesehatan yang penting pada wanita. Di AS 1 dari 8 wanita (12.5%) dalam perjalanan hidupnya akan menderita kanker 30% dari semua kanker yang ada pada wanita. Insiden kanker payudara ini baik di Indonesia maupun di luar negeri (Eropa-AS) cenderung meningkat. 

Salah satu bagian dari radiologi adalah mammografi, yang mempelajari mengenai proses pencitraan payudara secara radiologi serta pemeriksaan citra tersebut untuk diagnosis kanker payudara. Terjadi perubahan dramatis dalam diagnosa ini pada awal tahun 1980an, dimana peran mammografi semakin populer. Dengan teknik ini dapat menemukan massa tumor yang sangat kecil yang sukar atau tidak teraba secara pemeriksaan fisik.

Mammografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker payudara. Secara umum, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kanker payudara masih relatif rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa sebagian besar perempuan yang berkunjung ke dokter sudah menderita kanker payudara dalam stadium lanjut (III dan IV). Program skrining mammografi semakin populer, sehingga berdampak kepada hasil terapi dan kematian serta kesakitan yang semakin rendah.

Mammografi adalah pemeriksaan radiologi khusus menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kelainan pada payudara, bahkan sebelum adanya gejala yang terlihat pada payudara seperti benjolan yang dapat dirasakan. Sejauh manakah mamografi dapat membantu:

1. Apabila pemeriksaan dilakukan pada wanita yang tidak mengalami keluhan atau gejala pada payudaranya. Pemeriksaan mammografi bertujuan untuk skrining atau yang disebut mammografi skrining. Tujuan mammografi skrining adalah untuk mendeteksi dini adanya kanker payudara sebelum keluhan muncul dan sebelum benjolan pada payudara dapat diraba. Proses penanganan dapat dilakukan segera mungkin sehingga tingkat keberhasilan deteksi dini kanker payudara meningkat.

2. Pemeriksaan dilakukan pada wanita yang pada pemeriksaan fisik dicurigai adanya keganasan payudara. Seperti terdapat benjolan pada payudara, payudara mengluarkan cairan yang berbau busuk, ada rasa tidak nyaman pada payudara, pembesaran kelenjar aksiler (kelenjar di ketiak) yang meragukan, serta adanya penyebaran sel-sel kanker yang tidak diketahui asal tumor primernya. Pemeriksaan ini lebih dikenal dengan istilah mammografi diagnostik.

3. Dilakukan pada pasien yang sudah mendapatkan terapi kanker payudara dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan dari penyakitnya atau yang disebut surveillance mammografi.

4. Deteksi Dini Kanker Payudara bisa dilakukan dengan pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga Kesehatan sambil mengajarkan Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. SADARI dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke7-10 haid pertama atau tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.

GEJALA.

adanya benjolan di payudara merupakan gejala yang paling umum pada kanker payudara. Lalu, benjolan seperti apa yang patut dicurigai sebagai kanker? Jika benjolan tersebut tidak terasa nyeri, kepadatannya cenderung keras, permukaannya tidak rata, dapat melekat ke dasar dinding ataupun permukaan kulit payudara, itu adalah gejala kanker payudara.

Diagnosis imaging mamografi, mempunyai kriteria2 tersendiri untuk kecurigaan kanker payudara, yang dibagi dalam tanda-tanda mayor dan tanda minor. Tanda mayor atau primer :

Kepadatan lesi atau tumor dengan batas permukaan yang irreguler/tidak teratur dan kabur makin ketengah semakin padat dibandingkan bagian tepi.

Tepi bayangan tumor memberi gambaran menyebar “ speculated “ secara radier atau bayangan bulat kecil berupa satelit dari tumor.

Adanya gambaran mikro kalsifikasi spesifik didalam tumor kadang kelihatan menyebar “ scatered “Perbedaan ukuran tumor pada mamografi dibidang klinis. Gambaran klinis ukurannya jauh lebih besar dari gambaran mamografi.Tanda minor atau sekunder :

-Adanya perubahan berupa penebalan atau tarikan kulitpayudara

-Vaskularisasi yang bertambah dan asimetri

-Kepadatan asimetri pada kedua payudara

-Struktur jaringan fibroglanduler yang tidak teratur disekitar tumor

-Pembesaran kelenjar getah bening axilla pada mamografi terutama dengan ukuran lebih dari 1 cm.

-Perubahan ketebalan lapisan lemak sub kutis atau dibagian bawah payudara.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara terbagi atas faktor yang dapat dihindari dan faktor yang tidak dapat dihindari. Faktor yang tidak dapat dihindari diantaranya usia, riwayat keluarga, menarke (menstruasi pertama kali) dini, menopause yang terlambat, dan riwayat menderita lesi jinak maupun ganas pada payudara.

Faktor yang dapat dihindari diantaranya termasuk obesitas (kegemukan) setelah menopause, penggunaan kombinasi hormon estrogen dan pro gestin pada saat menopause, konsumsi alkohol, menyusui, terapi hormon, merokok, dan radiasi.Wanita dengan usia diatas 50 tahun lebih berisiko untuk menderita kanker payudara.

Wanita yang mengalami menstruasi pertama kali (menarke) dibawah usia 12 tahun dan wanita yang menopause di atas usia 55 tahun lebih berisiko untuk menderita kanker payudara Wanita dengan riwayat keluarga yang mengidap kanker payudara, terutama pada hubungan kekerabatan yang dekat (ibu, saudara perempuan, anak perempuan, ayah, saudara laki-laki, atau anak laki- laki) meningkatkan risiko perkembangan kanker payudara.

Wanita dengan riwayat lesi jinak maupun ganas pada payudara lebih cenderung untuk berkembang menjadi kanker payudara baru. Risiko akan meningkat apabila diagnosis ditegakkan pada usia muda Obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause. 

Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin memiliki 10-25% berisiko lebih rendah mengidap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif. Wanita yang mengkonsumsi alkohol 2-3 kali sehari memiliki risiko 20% lebih tinggi akan kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol. Tidak memiliki anak atau memiliki anak pada usia >35 tahun meningkatan risiko kanker payudara. 

Banyak studi menyebutkan bahwa pemberian ASI selama satu tahun atau lebih mengurangi risiko seorang wanita terkena kanker payudara.

Kapan sebaiknya dilakukan pemeriksaan mamografi?

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin pada wanita berusia 40 tahun keatas setiap 1-2 tahun dan usia 50 tahun keatas setiap tahun dan pada wanita yang memiliki faktor resiko tinggi terkena kanker payudara. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top