Politik

Pengurus Badko Mal – Malut Peroiode 2018-2020 Resmi Dilantik

Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku - Maluku Utara 2018-2020 Firdaus Arey, Mantan Ketua Badko HMI Maluku - Maluku Utara Adit Sela dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Respiratori Sadam Al Jihad, berpose bersama usai proses pelantikan Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam dan Korps HMI Maluku - Maluku Utara periode 2018 - 2020 di Gedung Baileo Siwalima, Karang Panjang, Kamis 17 Januari 2019. (Hatuina Sam)

SETELAH melalui sebuah proses Musyawarah Daerah (Musda), kepengurusan Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku -Maluku Utara (Mal-Malut) periode 2018 – 2020 yang diketuai oleh Firdaus Arey akhirnya resmi dilantik.

Firdaus bersama sejumlah pengurus lainnya dilantik  oleh Bendahara Umum PB HMI, Taufan Tuarita berdasarkan SK Nomor : 152/KPTS/A/04/1440 tentang pengesahaan susunan kepengurusan Badko HMI Mal – Malut periode 2018 -2020. Pelantikan disaksikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI, Respiratori Sadam Al Jihad yang berlangsung di Baileo Siwalima, Karang Panjang Ambon, Kamis 17 Januari 2018.

Ketua Umum PB HMI, Respiratori Sadam Al Jihad mengharapkan, Badko HMI Mal-Malut harus fokus pada proses kaderisasi, karena memang sudah ada fakta ingeritas soal kaderisasi untuk melaksanakan advance training. Sebab, Badko Mal-Malut ini agak malas kalau misalkan menjalankan proses kaderisasi sehingga mandek kaderisasi di PB HMI dan standarisasi di Badko jadi berantakan. “Secara formal, Badko wajib melaksanakan kegiatan Advance Training,” ujarnya.

Dia juga berharap Badko dapat menjaga konduktifitas internal dan mengeksistensikan diri di wilayahnya, akar potensinya tetap terjaga dan dikuatkan lagi pada masing-masing wilayah.

Soal visi transformasi dari Badko Mal-Malut, PB HMI tetap mendorong apa yang menjadi cita-cita dan visi besar Badko Mal-Malut. “Transformasi ini merupakan gaya generasi milenial, jadi sebenarnya identitas transformasi ini bisa berbaur dengan masyarakat dan lebih mengutamakan kemaslahatan sosial dan ummat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Badko Mal-Malut, Firdaus Arey menandaskan, berinisiatif untuk bagaimana membenahi keadaan Badko yang ada saat ini. Sebab, Badko Mal-Malut ini merupakan wilayah yang sulit dijangkau karena masalah rentan kendali.

Kata dia, ada ide-ide besar yang didorong oleh Badko Mal – Malut, salah satunya adalah mendorong Maluku sebagai Provinsi Kepulauan yang selama ini masih diperjuangkan namun belum juga terwujud.

“Kedepan, Badko Mal-Malut akan menjadi promotor untuk bekerjasama dengan Badko-Badko yang berada di seluruh provinsi kepulauan di Indonesia. Ada lima Badko di delapan Provinsi kepulauan, termasuk Maluku,” jelasnya.

Menurutnya, jika bicara soal konektifitas HMI, maka tentu akan lebih sedikit rentan kendalinya untuk mendorong Maluku dan daerah kepulauan lainnya untuk mewujudkan visi daerah kepulauan.”Kita akan mendorong agar bagaimana bisa menggolkan cita-cita besar ini di Pusat,” tuturnya.

Selain itu, Badko Mal -Malut juga akan mendorong visi besar pemerintahan Maluku yang baru yang akan dilantik pada Maret mendatang. Badko akan menjadi partner dalam kegiatan positif pemerintahan.”Badko Mal – Malut juga akan menjadi lawan, manakala pemerintah bergeser dari apa yang menjadi visi dan misi pemerintahan yang baru sebagaimana yang disampaikan kepada masyarakat di Maluku,” tandasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top