Berita Utama

Penipuan Berkedok Arisan Terbongkar

PENIPUAN BISNIS ONLINE. Polisi menggiring tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang berinisial J M D untuk dimasukan ke dalam ruang tahanan usai diperiksa di ruang Penyidik Polres Ambon, Senin 21 Januari 2019. Tersangka yang merupakan pengelola dalam bisnis arisan online itu dilaporkan lantaran telah menipu dan menggelapkan uang ratusan juta rupiah milik puluhan korban. MOHAS AMIR

SEORANG wanita cantik berinisial JMD, diduga menipu ratusan orang  di Kota Ambon, dengan modus arisan. Salah satunya Hendra Kairupha (30).

JMD telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan Hendra pada Sabtu, 19 Januari 2019.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, menjelaskan, pada Januari 2019 ini. 

Saat itu, Hendra membaca postingan tersangka di facebook.

Hendra pun berminat mengikuti arisan online. Karena itulah, korban menanyakan perihal arisan yang diberinama Arisan Duel.

“Komunikasi antara korban dan pelaku berlanjut sampai terjadi kesepakatan keduanya untuk berbisnis arisan duel,” kata Kaisupy  kepada Rakyat Maluku, Senin, 21 Januari 2019.

Arisan duel, lanjut mantan Kapolsek Teluk Ambon ini, memakai istilah kursi. Satu kursi dihargai Rp250.000. Terlapor, tambah Kaisupy, berjanji akan mengembalikan uang buat korban senilai Rp 400.000.

“Karena tergiur, korban menyerahkan uang sebesar Rp5 juta untuk  20 kursi. Korban tidak serahkan semuanya sekaligus. Dia hanya berikan separu, yaitu Rp3 juta  pada tanggal 15 Januari 2019. Pemberian lewat pengiriman di ATM BCA  (Anjungan Tunai Mandiri),” jelas Kaisupy.

Besoknya, tanggal 16 Januari 2019, Hendra Kairupha, membaca lagi postingan JMD di media sosial. Statusnya mencari pendonor.

“Korban ini tertarik lagi. Karena itu, keduanya bertemu di KFC, Jalan Kakialy, korban serahkan Rp2 juta dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan.  Sayang, Sabtu, 19 Januari 2019. Pelapor mendapat info di media sosial kalau pelaku dicari banyak orang untuk meminta dikembalikan uang mereka,” ujarnya.

Setelah ditelusuri, ketidak jelasan bisnis arisan online itu, korban pun melaporkan kasus ini ke polisi.

“Penyidik telah memeriksa 2 saksi dan telah memeriksa JMD. JMD. Tersangka diaangkakan dengan Pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana,” pungkasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top