Ambonesia

Realisasi Embarkasi Haji Di Maluku, Butuh Kebijakan Pemprov

PERCEPATAN pembangunan Embarkasih Haji Antara (EHA) di Kota Ambon, Provinsi Maluku masih mengalami hambatan lahan. Saat ini, Asrama Haji Maluku yang berlokasi di Waiheru, Kota Ambon, telah diusulkan untuk menjadi EHA Maluku, dan untuk memuluskannya, maka dibutuhkan adanya lahan seluas 5 hektare. 

Sebab, untuk menjadi embarkasi, harus difasilitasi dengan sarana dan prasarana baik gedung maupun fasilitasnya yang memadai, dengan standar nasional bahkan internasional. Proses pembanguannya saat ini, tergantung kepada lahan yang disediakan baik oleh pemerintah daerah, maupun masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad mengatakan, perhatian Pemerintah Pusat terutama pemerintah daerah menjadi penting, bagi percepatan pembangunan EHA Maluku. Sebab,yang menjadi kendala saat ini, yakni belum adanya pembebasan lahan seluas 5 hektare lebih dari Pemerintah Provinsi Maluku, untuk tambahan pembangunan infrastruktur lainnya. 

“Tim dari pusat sudah melakukan survei. Hasilnya belum bisa ada tambahan pembangunan infrastruktur lain, misalnya Aula Keberangkatan, Aula Kedatangan, dan lainnya disebabkan lahan yang tidak cukup,” ungkap Musaad.

Walaupun demikian, ia tetap komitmen, agar tepat di tahun 2020 mendatang, EHA Maluku sudah dapat direalisasikan dalam bentuk pengoperasian.

Musaad mengaku, untuk mendorong pengembangan infrastruktur yang sudah dikerjakan saat ini, pengaspalan jalan akses masuk sementara dikerjakan Dinas Pekerjan Umum, termasuk sudah dilakukan identifikasi lokasi-lokasi pembangunan bak penampung air. Sementara pengaspalan di areal asrama haji menjadi tanggungjawab pemerintah Kota Ambon.

Sebab itu, ia meminta agar Pemprov Maluku serius menyikapi pembanguan EHA Maluku, dengan segera melakukan pembebasa lahan di wilayah Asrama Haji Waiheru, Ambon. “Jika lahannya sudah dibebaskan maka Kementerian Agama RI, segera membangun tambahan infrastruktur EHA menjadi sempurna dan sebagai tempat Jamaah Calon Haji (JCH) sebelum diberangkatkan untuk menunaikan haji,” ujarnya.

Bagi Musaad, dengan adanya pembangunan EHA Maluku ini, akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Maluku yakni peningkatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, sosial budaya serta memudahkan masyarakat untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Apalagi, Maluku merupakan daerah kepulauan, yang barang tentu, sangat membutuhkan adanya EHA tersebut. 

“Jika semua mau bergerak, maka kita hanya butuh waktu 1 atau 2 tahun untuk menjadikan Maluku sebagai EHA. Dan bisa dipastikan kedepan, jika Bandara Pattimura memenuhi syarat, maka status EHA dapat ditingkatkan menjadi Embarkasi Haji Penuh. Di mana,  JCH diberangkatkan dari Ambon langsung ke Jeddah dengan asumsi 12 kloter meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara.” Kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan apresiasinya atas dukungan Danlanud Pattimura serta pihak Angkasa Pura I Ambon, yang telah melakukan revitalisasi Bandara Pattimura dengan penambahan ruang tunggu, ketebalan runway, penambahan panjang runway serta taxiway. 

“Semua itu dilakukan sebagai upaya mendukung percepatan EHA Maluku. Saya sebagai Kakanwil Kemenag Maluku sangat mengapresiasinya,” tandas Musaad.(CIK),

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top