Hukrim

Sopir Angkot ‘Garap’ Anak Tetangganya Di Terminal Transit Passo

Ilustrasi

TINDAK pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. 

Kali ini, gadis 14 tahun menjadi korban kebiadapan seorang sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Ambon.

Hubungan terlarang antara sopir berinsial FS dan korban, JBS, terjadi di Transit Passo, Kecamatan Baguala, Senin, 28 Januari.

Peristiwa  ini berawal ketika keduanya bertemu di Mardika, Senin sore, 28 Januari 2019, setelah itu,  korban diajak jalan-jalan. Puas mengelilingi Kota Ambon dengan mobil, FS kemudian membawa korban ke kawasan terminal Transit Passo. Di sana korban dirayu dan ditiduri. Usai melakukan hubungan layaknya suami istri, keduanya santai sejenak. 

Pukul 23.00 WIT, datang anggota Polsek Baguala, yang sementara melakukan patroli.

Waktu patroli, personel Polsek melihat ada sejoli yang duduk di gelap-gelap, karena curiga, polisi  langsung memanggil keduanya dan ditanyai. Setelah diselidiki, ternyata gadis kecil itu masih di bawah umur. Anggota kemudian mengamankan keduanya di Polsek. Di pos polisi, mereka diinterogasi, dan akhirnya korban menceritakan semuanya.

Polsek Baguala menghubungi orang tua korban yang bertempat tinggal di salah satu kecamatan di Kota Ambon. 

Di Polsek, personel menjelaskan semuanya, sehingga Selasa, 29 Januari 2019, orang tua melaporkan kasus ini ke Polres Pulau Ambon. Pelaku sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, menjelaskan, ternyata bukan pertama kali korban ditiduri, tapi sudah terjadi dua tahun lalu.

“Jadi ini bukan pertama kali. Kasus pertama terjadi pada tahun 2017 lalu. Kemudian berlanjut sampai Selasa, 29 Januari 2019. Tersangka dan korban, ini merupakan  tetangga. Tersangka dikenai Pasal 81 UU RI. No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 15 Penjara,” tandasnya . (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top