Edukasi

Tahun 2019 Madrasah Di Ambon 100 Persen UNBK, Empat Masih Menumpang

Fauzia Umarella

SELURUH Madrasah baik Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA) di Kota Ambon tahun ini menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK).

“Total MTs dan MA di Kota Ambon sebanyak 16 lembaga. Terdiri dari 9 lembaga MTs dan 7 MA. Seluruhnya ditahun ini sudah melaksanakan ujian dengan sistem komputerisasi baik itu Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN),” ujar Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon, Fauzia Umarella, Selasa 29 Januari 2019.

Fauzia mengungkapkan, dari total 16 lembaga madrasah pelaksana ujian dengan sistem komputerisasi itu, empat madrasah lain masih menumpang.

“Memang sebagian besarnya sudah mandiri. Tapi ada empat madrasah swasta yang masih menumpang. Tiga madrasah dari empat madrasah itu diantaranya Ittaqollah, Al-Anshor, Nurul Ikhlas berada masing-masing dalam satu yayasan berbeda,. Sehingga untuk MTs ada yang menumpang fasilitas MA begitupun sebaliknya. Sementara madrasah Al-Muhajirin yang terpisa sendiri menumpang UNBK di SMA Siwalima Ambon.”ungkap Umarella.

Dari sisi jumlah peserta ujian lanjut Fauzia, ditahun ini mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan.”Jumlah peserta ujian tingkat MTs sebanyak 630 dan MA sebanyak 308. Jika ditotalkan terdapat kenaikan kurang lebih 10 persen,”tuturnya.

Dia berharap, kepada madrasah-madrasah yang ditahun ini melaksanakan UNBK untuk kedua kalinya,  paling tidak selain mencapai sukses pelaksanaanya juga sukses peningkatan mutu hasil lulusan.

“Meski madrasah di Kota Ambon tahun ini sudah 100 persen UNBK. Tetapi sebagian diantaranya baru pertama kali menyelenggarakan.Maka itu, kami sangat berharap, selain sukses pelaksanaan, sukses hasil juga harus dicapai,” harapnya.

Kedepan, kata Umarella  diupayakan khusus madrasah yang belum memiliki perangkat pendukung UNBK dan UAMBN-BK untuk mendapatkan bantuan baik itu melalui Kantor Wilayah Kemenag, disiasati melalui dana BOS maupun partisipasi dari Komite Sekolah.

Kesempatan itu dia berharap, dalam sisa waktu menjelang pelaksanaan ujian, orang tua dapat memaksimalkan fungsi kontrolnya guna mengawasi anak dirumah sehingga mereka tetap aktif belajar.

“Sekolah memang sudah memfasilitasi anak-anak dengan pembobotan materi. Tetapi itu tidak akan efektif jika anak-anak tidak memperhatikan jam belajar dirumah.Nah, disinilah letak peran penting orang tua,” harap Fauzia Umarella.

Diketahui, pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA/MA segera berlangsung pada tanggal 1-2-4 dan 8 April mendatang disusul dengan ujian susulan pada tanggal 15-16 April. Sementara tingkat SMP/MTs terjadwal pada tanggal 22,23,24 dan 25 April dan ujian susulan berlangsung pada tanggal 29-30 April.(CIK)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top