Hukrim

Tersangka Penipuan Arisan On Line Terancam 4 Tahun Penjara

PENIPUAN BISNIS ONLINE. Polisi memeriksa tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang berinisial JMD, Senin 21 Januari 2019. Tersangka yang merupakan pengelola dalam bisnis arisan online itu dilaporkan lantaran telah menipu dan menggelapkan uang ratusan juta rupiah milik puluhan korban. (MOHAS AMIR)

TERSANGKA  penipuan berkedok arisan online JMD, dikenai Pasal 378 KUHPidana atas kasus yang sementara melilitnya. Selain penipuan, wanita cantik ini juga disanksi dengan pasal penggelapan. 

“Tersangka dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHPidana tentang pengelapan dengan ancaman hukam penjara 4 tahun,” ujar Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, kepada Rakyat Maluku di ruang kerjanya, Rabu, 23 Januari 2019.

Untuk pengembangan kasus ini, pihaknya telah memeriksa dua saksi. Saksi-saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik, itu diduga mengetahui masalah arisan online.

“Kita baru periksa dua saksi. Kemarin juga ada yang baru lapor. Kalau ada laporan lagi lebih bagus,” jelasnya

Sebelumnya, seorang wanita cantik berinisial JMD, diduga menipu ratusan orang  di Kota Ambon, dengan modus arisan. Salah satunya Hendra Kairupha (30).

JMD telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan Hendra pada Sabtu, 19 Januari.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Julkisno Kaisupy menjelaskan, pada Januari 2019 ini. Saat itu, Hendra membaca postingan tersangka di facebook.

Hendra pun berminat mengikuti arisan online. Karena itulah, korban menanyakan perihal arisan yang diberinama Arisan Duel.

“Komunikasi antara korban dan pelaku berlanjut sampai terjadi kesepakatan keduanya untuk berbisnis arisan duel,” kata Kasubbag kepada Rakyat Maluku, Senin, 21 Januari.

Arisan duel, lanjut mantan Kapolsek Teluk Ambon ini, memakai istilah kursi. Satu kursi dihargai Rp250.000. Terlapor, tambah Kaisupy, berjanji akan mengembalikan uang buat korban senilai Rp 400.000.

“Karena tergiur, korban menyerahkan uang sebesar Rp5 juta untuk  20 kursi. Korban tidak serahkan semuanya sekaligus. Dia hanya berikan separu, yaitu Rp3 juta  pada tanggal 15 Januari 2019. Pemberian lewat pengiriman di ATM BCA  (Anjungan Tunai Mandiri),” jelas Kasubbag Humas.

Besoknya, tnggal 16 Januari 2019, Hendra Kairupha, membaca lagi postingan JMD di media sosial. Statusnya mencari pendonor.

“Korban ini tertarik lagi. Karena itu, keduanya bertemu di KFC, Jalan Kakialy, korban serahkan Rp2 juta dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan.  Sayang, Sabtu, 19 Januari 2019. Pelapor mendapat info di media sosial kalau pelaku dicari banyak orang untuk meminta dikembalikan uang mereka,” ucarnya.

Setelah ditelusuri, ketidakjelasan bisnis arisan online itu, korban pun melaporkan kasus ini ke polisi.

“Penyidik telah memeriksa 2 saksi dan telah memeriksa JMD. JMD. Tersangka diaangkakan dengan Pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana,” pungkasnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top