Edukasi

Warga Nuruwe Tolak Birahi Jadi Kepsek SD YPPK

Ilustrasi

WARGA Nuruwe, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, Hermanus Birahi, ditolak warga setempat sebagai Kepala Sekolah SD YPPK.

Penolakan ini lantaran,  dia pernah membuat masalah pada tahun 2017 lalu dengan menganiaya siswa. Saat itu dia masih menjadi Kepsek SD YPPK. Karena masalah ini dilaporkan dan sudah dihukum Pengadilan Negeri Masohi.

Setelah kejadian tersebut, dia dipindahkan ke Samasuru.  Tapi, belum setahun, Hermanus kembali lagi menjadi Kepsek di Naruwe. 

“Saya tadi (kemarin)  perintahkan warga untuk demo Kepsek.  Tutup jalan. Kami menolak dikembalikannya Hermanus Birahi sebagai Kepsek.  Dia ini kan sudah pernah jadi Kepsek SD YPPK, karena buat masalah, dia dipindahkan ke Samasuru. Sekarang balik lagi, kami tolak,” tegas Mantan Raja Nuruwe, Simon Matital, kepada wartawan di Ambon, Kamis, 24 Januari 2019. 

Penolakan juga dibarengi dengan aksi demo.  Keberadaan Birahi, tambah Matital, atas SK  Bupati Kabupaten SBB, Moh Yasin Payapo. SK tersebut  menggantikan Vina Marissa. 

“Kami terkejut bupati kelurahan SK itu. Dua hari lalu Hermanus Birahi sudah masuk sekolah, padahal belum  SK pindah Vina Marissa,” katanya. 

Menurutnya, Hermanus tidak harmonis dengan warga termasuk guru-guru. Dia ini juga sudah dilaporkan atas dugaan penggelapan dana BOS  sejak tahun 2013 hingga 2018.

“Dia juga dilaporkan gelap akan dana Bos. Tapi, sanpai saat ini tidak ada kejelasan dari kasus ini,” terang Matital

Ia meminta kepada Bupati SBB  Yasin Payapo mencabut SK Hermanus Birahi, dan memindahkannya ke tempat lain.

“Ibu Kadis Pendidikan juga berjanji akan mencabut SK itu. Tapi saat warga pergi ke beliau, ibu kadis kabur.  Pak Bupati harus lihat persoalan ini,” harapnya. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top