Berita Utama

Assagaff Sebut Maluku Daerah Kuning, Airlangga Tantang Dua Kursi

KETUA  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golkar Maluku, Said Assagaff, mengatakan Maluku merupakan daerah Kuning. Artinya Golkar adalah partai besar dan Maluku merupakan partai Golkar, sehingga partai Golkar sangat berpotensi untuk menang di Pemilu 2019 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff dihadapan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam temu kader dan konsolidasi pemenangan partai Golkar yang berlangsung di ruang serbaguna Maluku City Mall (MCM), Jumat 8 Agustus 2019.

“Pak Ketua Umum, Maluku ini adalah Daerah Kuning,” tegas Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff.

Dihadapan Ketua Umum dan sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar, Assagaff menjanjikan akan memenangkan partai Golkar dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) April mendatang.

“Target kursi DPRD Maluku dari enam kursi menjadi delapan kursi. Sementara untuk DPR RI, kita hanya jamin 1 Kursi,” tandasnya.

Dia meminta kepada seluruh kader partai yang ada di Maluku, harus membuktikan itu dengan bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan Golkar di Maluku.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dengan tegas menantang Ketau DPD serta pengurus serta seluruh kader partai Golkar di Maluku untuk lebih giat dalam memenangkan Golkar di maluku pada Pemilu nanti.

“Tadi Ketua DPD mengatakan siap memenangkan partai Golkar dan Maluku adalah gudangnya partai Golkar, oleh karena itu saya akan menantang seluruh jajaran kader partai Golkardi Maluku, kalau bisa menang lebih dari 18 persen, kenapa harus 18 persen?, kami minta Maluku menang 20 persen,” tantang Airlangga.

Baginya, kalau menang 20 persen, maka yang hendak maju sebagai calon Bupati maupun Gubernur bisa diputuskan sendiri oleh partai Golkar tidak perlu menunggu yang lain. 

Dia juga menyinggung bahwa telah disampaikan oleh Ketua DPD target untuk DPR RI dari Maluku itu 1 kursi. 

Menurutnya, itu target yang tidak terlihat. Kalau targetnya 1 dan rencana capaiannya juga 1, maka itu bukan target namanya.

“Sudah dua periode Golkar Maluku punya satu kursi di DPR, sekarang sudah waktunya kita bikin sejarah baru, kita masukkan dua kursi di DPR RI,” tegasnya

Jatah kursi di DPR RI dari Maluku itu empat, namun hanya satu kursi yang ditargetkan. Gorontalo, kata Airlangga hanya punya jatah kursi tiga, namun Golkar di Gorontalo mampu menghasilkan dua kursi untuk DPR RI dari jatah tiga kursi itu.

Sehingga kalau bicara sulit antara Maluku dan Gorontalo, maka yang paling sulit itu Gorontalo dengan jumlah jatah kursi cuma tiga dibandingkan Maluku empat kursi.

“Kalau jatah empat kursi, mungkin dua diantaranya bisa diupayakan oleh Golkar Maluku, harus bisa sanggupui itu. Jadi kalau DPRD Provinsi dari enam menjadi delapan kursi harus dinaikan menjadi sembilan kursi,” tandasnya. 

Dia juga menegaskan, kalau kemarin Golkar punya Gubernur dan akan dilepaskan nanti, maka wajib bagi Golkar Maluku wujudkan ketua DPRD Maluku dari partai Golkar. 

“Itu permintaan harga mati Golkar Menang di Maluku. Begitu juga dengan Pilpres. Kalau Golkar menang di Maluku harga mati, maka Jokowi – Ma’ruf menang juga adalah harga mati,” pungkasnya. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top