Ambonesia

Baru Awal 2019, Terjadi 101 Kasus Rabies Di Ambon, 1 Meninggal

BARU memasuki awal tahun 2019, namun Dinas Kesehatan Kota Ambon telah menemukan sebanyak 101 kasus rabies.

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus hewan. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. 

Dari total kasus tersebut, 75 diantaranya telah diberikan suntikan Vaksinasi Anti Rabies (VAR). Sementara korban jiwa, baru satu orang.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, bersama Kadis Kesehatan Kota Ambon, Wenddy Pelupessy, menjelaskan, sejak Tahun 2018, terdapat 839 kasus gigitan. Kasus gigitan yang diberikan suntikan VAR sebanyak 566 orang. 

Sementara yang meninggal dunia akibat gigitan di Tahun 2018 sebanyak 2 orang.

“Terhadap kasus meninggalnya 1 orang penderita Rabies di Tahun ini, telah dilakukan pelacakkan terhadap tersangka gigitan lainnya di Kota Ambon sebanyak 13 orang. Dan semuanya telah diberikan suntikan VAR,” ujar walikota.

Atas kejadian tersebut,  walikota mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk lebih meningkatkan sosialisasi sebagai upaya dalam mencegah bertambahnya jumlah gigitan hewan penular rabies. 

Walikota juga telah menganjurkan agar dalam melakukan sosialisasi, perlu mengajak lintas sektor terkait guna mengurangi kasus gigitan, eliminasi hewan yang tidak memiliki kandang. 

“Itu perlu dilakukan sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 5 tahun 2011 tentang pengendalian hewan penular rabies. Hal ini untuk meminimalisir angka gigitan hewan penular rabies di Kota Ambon,” tandas walikota. (R1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top