Hukrim

Cabuli Anak Tetangga, Warga BTN Waitatiri Divonis 7 Tahun Penjara

PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Rafly Richard Van Harling (28) selama tujuh tahun, dan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. 

Sebab, perbuatan warga BTN Waitatiri, RT 06, RW 053, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, yang adalah anak tetangganya sendiri sebanyak dua kali.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Rafly Richard Van Harling terbukti bersalah melanggar Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” ucap majelis hakim yang diketuai R.A. Didi Ismiatun, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Senin, 11 Februari 2019.

Terhadap putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Sitti Darniati maupun Penasehat Hukum (PH) terdakwa, DJ. C. Batmomolin, SH, sama-sama menerima putusan pengadilan. 

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim R.A. Didi Ismiatun langsung menetapkan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

Hukuman yang dijatuhi mejelis hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, dan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, pada September 2017 sekitar pukul 20.00 Wit, saat anak korban pergi ke pondok didepan lorong rumahnya untuk berbelanja, lalu anak korban melihat terdakwa yang berada di seberang jalan melambaikan tangan memanggil anak korban. Lalu anak korban menghampiri terdakwa. 

Saat anak korban sudah berhadapan dengan terdakwa, saat itu terdakwa mengatakan “il, mau pacaran deng beta ka seng?”. Lalu anak korban menjawab ”ia beta mau pacaran dengan ose”. Kemudian terdakwa membawa anak korban ke rumput-rumput dan langsung mengangkat baju anak korban.

Saat itu anak korban menurunkannya, namun terdakwa kembali mengangkat baju anak korban dan mencabuli anak korban. Dan saat terdakwa melihat ada orang lewat atau saksi David S. Ameriko, terdakwa langsung menghentikan perbuatan cabulnya, dan langsung menyuruh anak korban untuk pulang.

Perbuatan terdakwa yang berikutnya terjadi pada Rabu, 8 Agustus 2018 sekitar pukul 20.30 Wit. Saat itu anak korban sedang duduk di depan teras, kemudian anak korban mendengar terdakwa memanggil anak korban dengan suitan “Suit…Suit…” Kemudian anak korban langsung melihat ke arah terdakwa dan terdakwa melambaikan tangan kepada anak korban.

Anak korban langsung menghampiri terdakwa ke rumah terdakwa. Kemudian anak korban dan terdakwa langsung masuk ke dalam rumah lalu masuk ke dalam kamar terdakwa. Dan saat sudah berada didalam kamar, saat itu terdakwa langsung menyandarkan tubuh anak korban ke dinding, kemudian terdakwa langsung mencabuli anak korban.

Karena saat itu ada teman terdakwa yang memanggil terdakwa, sehingga terdakwa langsung menghentikan perbuatannya, dan terdakwa menyuruh anak korban untuk pulang dan keluar melalui pintu dapur rumah milik terdakwa. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top