Probis

Ekonomi Maluku Triwulan IV 2018 Menguat, Tahun 2019 Tetap Kuat

Kawasan Pasar Mardika Ambon

EKONOMI Provinsi Maluku tumbuh menguat, hal ini tercermin pada pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan IV 2018 yang tercatat tumbuh 6,41% (yoy). 

Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh permintaan domestik dari konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, investasi tetap tumbuh positif. 

Melalui rilisnya, Kepala Tim Sistem Pembayaran (SP), Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) dan Layanan Administrasi, Teguh Priyono, menjelaskan menguatnya ekonomi pada triwulan IV 2018 mendorong ekonomi Maluku secara keseluruhan tahun 2018 semakin solid dan tumbuh sebesar 5,94% (yoy), lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 5,82% (yoy). 

“Kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku tahun 2018 juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,17% (yoy),” ujar Teguh Priyono.

Dikatakan dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari Lembaga Nonprofit melayani Rumah Tangga (LNPRT) dan rumah tangga maupun mencatatkan pertumbuhan tinggi. 

Konsumsi LNPRT dan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 5,35% (yoy) dan 4,11% (yoy) didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen serta terjaganya inflasi bahan pokok. 

“Pelaksanaan kegiatan besar di Maluku selama triwulan IV 2018, seperti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dan Amboina International Bamboo Music Festival menjadi faktor pendorong naiknya konsumsi domestik,” jelasnya.

Sementara itu,  Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) tumbuh positif 4,85% (yoy), utamanya pada PMTDB Bangunan seiring realisasi proyek infrastruktur di Maluku yaitu Jembatan Wear Arafuru di Saumlaki dan Pelabuhan Lantamal di Kota Ambon. 

Kuatnya permintaandomestik berdampak pada masih relatif tingginya pertumbuhan impor pada triwulan IV 2018 yang mencapai 4,30% (yoy) terutama didorong oleh impor barang modal dan bahan baku. 

Sedangkan ekspor mampu tumbuh 0,84% (yoy) setelah mengalami kontraksi sebesar 1,04% (yoy) pada triwulan sebelumnya. 

Fasilitas kemudahan ekspor langsung komoditas hasil laut dari Ambon mampu meningkatkan kinerja perusahaan pelaku ekspor.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perbaikan permintaan domestik tercermin pada kinerja LU pengadaan listrik dan gas, LU pertanian, kehutanan dan perikanan dan LU konstruksi. 

“LU pengadaan listrik dan gas mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,59% (yoy) pada triwulan IV 2018 atau lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,79% (yoy),” tandas Teguh Priyono.

Tingginya pertumbuhan pada LU pengadaan listrik dan gas didorong realisasi program Pemerintah Maluku dan PT PLN wilayah Maluku-Maluku Utara untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Maluku. 

Sementara itu, LU pertanian, kehutanan dan perikanan juga tercatat tumbuh menguat. Pada triwulan IV 2018, LU pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 7,49% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,40% (yoy). Menguatnya pertumbuhan pada LU pertanian, kehutanan dan perikanan didorong oleh produksi tanaman pangan yang meningkat, utamanya pada sayuran-sayuran dan padi seiring dengan program peningkatan produktivitas melalui perluasan lahan tanam. 

“Pada komoditas tanaman perkebunan, peningkatan didorong oleh panen cengkeh dan buah buahan. Dari sisi perikanan, pertumbuhan didorong oleh panen budidaya ikan selama triwulan IV 2018,” jelas Teguh Priyono

Tingginya pasokan tersebut terkonfirmasi dari tingkat inflasi bahan makanan yang rendah selama triwulan IV 2018 yang mengalami deflasi 3,55% (yoy). 

Selain itu, ekspor komoditas laut yang meningkat pada triwulan IV 2018 juga mendorong kinerja sektor perikanan.

LU konstruksi tumbuh positif. Pada triwulan IV 2018, LU konstruksi tumbuh sebesar 7,19% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 7,13% (yoy). Menguatnya kinerja LU konstruksi didorong oleh realisasi beberapa proyek infrastruktur strategis milik pemerintah yang telah diselesaikan hingga akhir tahun 2018.

Sedangkan proyek multi-years lain yang masih berlanjut adalah pembangunan RSUD, pembangunan trans Maluku, pembangkit listrik dan perluasan bandara Pattimura.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Maluku 2019 tetap kuat.  Ekonomi Maluku pada triwulan I 2019 diperkirakan masih akan tumbuh didorong permintaan domestik, utamanya persiapan menjelang Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif.  Selain itu, investasi bangunan di Maluku akan terus tumbuh seiring dengan realisasi Proyek Strategis Nasional dan proyek multi-years lainnya,” tegas Teguh Priyono. (RM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top