Berita Utama

KPK Tak Puas Belum Temukan Aset Terdakwa La Masikamba

La Masikamba

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak puas lantaran hingga saat ini pihaknya belum menemukan aset mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon La Masikamba, terdakwa kasus suap wajib pajak tahun 2016 – 2018.

“Jujur belum ada aset yang kami sita dari terdakwa La Masikamba, artinya belum memuaskan,” keluh JPU, KPK Feby Dwiyandospendy, kepada wartawan di halaman Kantor Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa, 19 Februari 2019.

Dijelaskan, tujuan pemeriksan terhadap aset milik terdakwa La Masikamba itu untuk selanjutnya disita negara sebagai ganti rugi dugaan tindak pidana suap sebesar Rp 670 juta yang diterima dari Direktur CV. Angin Timur Anthony Liando, dan dugaan tindak pidana gratifikasi sebesar Rp 7.881.950.000 yang diterima dari pengusaha wajib pajak lainnya di Kota Ambon.

“Tentunya kami masih terus menelusuri dengan tetap melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap dugaan-dugaan aset-aset milik terdakwa yang berkaitan dengan tindak pidana yang kami dakwakan ini,” jelas Feby.

Ditanya keterlibatan 12 pengusaha wajib pajak lainnya yang diduga turut serta menyuap atau memberikan hadiah (gratifikasi) kepada terdakwa La Masikamba guna mengurangi nilai pajak yang harus dibayarkan di KPP Pratama Ambon, Feby enggan berkomentar. 

Menurutnya, hal tersebut merupakan materi persidangan.

“Saya belum bisa berkomentar soal itu, karena hal tersebut sudah masuk dalam materi persidangan. Jadi, nanti liat saja fakta persidangannya seperti apa,” tepisnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam fakta persidangan sebelumnya atas terpidana Anthony Liando, saksi Sulimin Ratmin selaku supervisor pemeriksa pajak KPP Pratama Ambon mengaku bahwa ada surat pemberitahuan dari Dirjen Pajak untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap 13 pengusaha wajib pajak, salah satunya Direktur CV. Angin Timur Anthony Liando.

Sedangkan 11 dari 12 pengusaha wajib pajak lainnyan itu diantaranya, Hengki Priwanto alias Wani, Leonrad Tanjung (Bos Swalayan Alfa), Jhon Tuhuteru (Bos Toko 51), Shanahan Alfred (Bos Dian Pertiwi), Andreas intan alias Kin Fui (Bos Toko Liang), Loa Natalia, Hong Hartono Honganda, Sotan Angkilando Robin (Bos Toko Sukamaju/Hotel Mulia). Andi Wibawa, Tampa Bula (Bos Hotel Amans dan Santika Hotel), dan Suryanto L (Bos Indo Jaya). (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top