Hukrim

Pesta Sabu, Naldo Lekahena Dituntut 6 Tahun Penjara

Ilustrasi

TERDAKWA  Ronaldo Lekahena alias Naldo (24) dituntut pidana penjara selama enam tahun, dan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Sebab, perbuatan warga Jalan Dr. Malaiholo RT 002/ RW 003, Keluhuran Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon terbukti melakukan tindak pidana Narkotika.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Ronaldo Lekahena alias Naldo terbukti melanggar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menetapkan berang bukti berupa tiga plastik klip bening dengan berat keseluruhan 0,90 gram, dirampas untuk dimusnahkan,” ucap JPU Syahrul Anwar, saat membacakan amar tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis, 31 Januari 2019.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, tindak pidana narkotika tersebut terjadi di sekitar Talake, Kecamatan Nusaniw, Kota Ambon, sejak 2 – 4 Agustus 2018. Awalnya, terdakwa Ronaldo Lekahena alias Naldo yang adalah pegawai sortir barang pada Kantor JNE (jasa pengiriman) Kota Ambon, menghubungi saksi Andre Leatemia dan mengatakan soal penemuan narkotika tersebut.

Berdasarkan petunjuk saksi Andre Leatemia, akhinya terdakwa pergi membawa paket kiriman tersebut ke kediaman saksi Andre Leatemia di sekitar daerah Kudamati (Farmasi) Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Sesampainya disana, saksi Andre Leatemia dan terdakwa kemudian pergi ke kediaman saksi Alfred Agnes Tuhumury.

Sesampainya disana, saksi Andre Leatemia, saksi Alfred Agnes Tuhumury dan terdakwa kemudian membuka paket kiriman itu guna memastikan bahwa benar terdapat narkotika. Setelah dibuka dan memastikan bahwa paket tersebut benar terdapat narkotika, saksi Andre Leatemia, saksi Alfred Agnes Tuhumury dan terdakwa kemudian mengambil sebagian isi narkotika tersebut untuk kepentingan sendiri.

Sementara sebagian lainnya dimasukkan kedalam saku baju boneka, lalu dibungkus seperti sediakala seakan-akan bahwa paket kiriman tersebut belum pernah dibuka. Terdakwa lalu mengembalikan paket kiriman (yang telah dibuka) ke Kantor JNE (Cabang Setia Budi) dan memberikannya kepada Anes Dadiara, seraya mengingatkan agar ia segera memberitahukan kepada terdakwa apabila pemilik paket kiriman tersebut datang ke kantor dan bermaksud mengambil paket kirimannya.

Saksi Andre Leatemia, saksi Alfred Agnes Tuhumury dan terdakwa kemudian berkumpul kembali di rumah kosong yang terletak di sekitar daerah Kudamati (Farmasi), dan menggunakan narkotika (yang diambil dari paket kiriman). Tidak berselang lama, saksi Jemmy Latupeirissa datang bergabung bersama-sama menggunakan narkotika tersebut. Beberapa saat kemudian pihak berwenang datang dan melakukan penangkapan. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top