Berita Utama

Protes Pelantikan Kades, Fasilitas Pemerintahan Dibakar Di Kei Besar

Ilustrasi

-Warga Ngurko Memilih  Pindah 

SELURUH fasilitas pemerintahan di Desa Ngurko Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara dibakar warga, Kamis 7 Februari 2019.

Warga membakar, Posyandu, balai desa, dan juga lampu jalan sebagai bentuk protes atas pelantikan Padang Rahayaan sebagai Kepala Desa/Ohoi Ngorko.

Selain itu, mereka juga meninggalkan desa setempat, karena tidak terima dipimpin Padang Rahayaan.

Dari berbagai sumber Rakyat Maluku menyebutkan, proses pelantikan yang dilakukan Bupati Maluku Tenggara sudah sesuai dengan prosudur pemerintah. 

Sebelum pelantikan  Padang Rahayaan sebagai kepala Ohoi, di Hotel Kingstom, berbagai tahapan telah dilewati, pertama nama Padang Rahayaan sudah mendapatkan persetujuan dari marga keturunan yang memiliki hak garis lurus.

Ini dibuktikan dengan rekomendasi Raja Raschap Tubav Yalim. Padang Rahayaan juga telah dikukuhkan secara adat oleh Raja Raschap. 

Setelah itu, Camat kemudian mengusulkan namanya kepada Bupati untuk mendapatkan SK dan dilantik sebagai kepala Ohoi.

Sayangnya warga berpendapat lain,  mereka menilai pengangkatan dan pelantikan Padang Rahayaan sebagai kepala desa bernuansa politis. 

“Kepala Ohoi saat ini  adalah kaka dari camat dan adik dari raja,” ujar warga. 

Mereka juga menilai, pelantikan kepala Ohoi Ngurko terkesan dipaksakan hanya karena ada hubungan tersebut.

Hasilnya masyarakat melakukan aksi. Saat ini Desa Ngurko dengan jumlah penduduk sekitar 100 jiwa itu suda benar-benar kosong tak berpenghuni. (ARI)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top