Daerah

Warga Terisolir Di Aru Tidak Tahu Ada Pemilihan Capres – Cawapres

Komisioner KPU Kepulauan Aru, Yos Sudarso Labok, melakukan sosialisasi cara pencoblosan pemilihan capres dan cawapres serta pileg bagi warga di Desa Desa Adat Waifual, Kecamatan Sir-Sir , Kabupaten Kepulauan Aru. (IST)o

PEMILIHAN Calon Presiden  (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) tersisa dua bulan lagi, namun ternyata masih ada warga yang belum mengetahui soal adanya pemilihan calon pemimpin negaranya sendiri.

Mereka adalah warga Desa Adat Waifual, Kecamatan Sir-Sir , Kabupaten Kepulauan Aru, salah satu wilyah di daerah tersebut yang tergolong terisolir dan  “primitif”.

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU Kepulauan Aru, Yos Sudarso Labok, yang mengunjungi desa itu, Sabtu 9 Februari 2019, untuk melakukan sosialisasi cara pencoblosan pemilihan capres dan cawapres  serta pemilihan calon anggota lagislatif.

“Saat kami  melakukan sosialisasi ternyata mereka tidak tahu ada berapa Capres dan Cawapres yang akan dipilih pada tanggal 17 April 2019. Yang mereka tahu hanya calon dewan Kabupaten Aru,” ujar Labok.

Yos kemudian menceritakan soal kunjungannya ke Desa Adat Waifual, Kecamatan Sir-Sir, dimana dirinya 

ditemani Ketua PPK Sir-Sir dan beberapa anggota PPK datang ke desa  itu sekira pukul 06.30 WIT, karena jika datang siang hari maka dipastikan tidak akan menemui warga disana karena mereka ke hutan.

“Saat kami datang sebagian warga belum bangun. Termasuk Kepala Desa (Kades)  Waifual. Setelah melapor maksud kedatangan di rumah sang Kades kami diarahkan ke halaman rumah seorang warga untuk memulai sosialisasi,” tutur mantan wartawan Harian Rakyat Maluku  itu.

Setelah warga berkumpul, kata Yos, dirinya  kemudian menjelaskan sekaligus memperkenalkan  jenis surat suara, warnanya, ukuran dan bentuk serta peruntukannya sesuai jenis pemilihan. 

“Walaupun kegiatan yang dilaksanakan diluar ruangan dan pesertanya hanya berdiri di atas jalan setapak (beton) namun terlihat mereka serius dan puas,”  tandas  Yos, yang mengaku mengakhiri kegiatan sosialisasi  dengan penjelasan cara mencoblos surat suara yang baik dan benar. 

“Kami juga melanjutkan kegiatan yang sama di beberapa desa lain, yakni Wafan, Gumsei, Foket, Tasingwaha dan Warialau,” ucapnya. (RM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top