Daerah

Pengeboman Ikan Kembali Marak Di Wetar

Penangkapan ikan dengan cara di bom

Warga Tulis Surat Terbuka Ke Menteri Susi Dan Gubernur Maluku

PENANGKAPAN Ikan dengan cara ilegal masih saja terjadi di perairan di Maluku. Salah satunya adalah dengan menggunakan bom yang selain membunuh ikan yang masih kecil bahkan benih, ikut merusak terumbu karang serta habitat laut lainnya.

Di Pulau Wetar, khususnya di Wetar Timur dan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pengeboman ikan kembali marak. Hal ini membuat warga di wilayah itu resah.

Salah satu warga, Fredy Frits Manuareng akhirnya menulis surat terbuka kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tentang maraknya pengeboman ikan yang dilakukan nelayan dari luar di daerah itu.

Selain kepada menteri Susi, surat itu juga ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Laut, Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Kapolda Maluku.

”Dengan ini dilaporkan bahwa wilayah pesisir Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, sangat sering didatangi nelayan-nelayan nakal yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan BOM. Tingkat keseringan pengeboman dapat diprediksi 3 bulan sekali. Sekali lagi 3 bulan sekali,” tulis Fredy.

Tokoh muda Pulau Wetar ini juga menambahkan, lokasi sasaran pengeboman ada di wilayah pesisir Wetar Timur dan Wetar Utara. Umumnya, pengeboman dilakukan di pesisir antar desa sehingga luput dari pantauan masyarakat.

Namun tidak dipungkiri juga ketika ada penangkapan dengan pengeboman itu, sebagian masyarakat ikut mengambil bagian dalam penangkapan ikan.

Ia mengungkapkan, pada tanggal 11 Mei 2019, mereka melakukan pengeboman di dua titik. Pengeboman dilakukan di antara Desa Ilway dan Desa Kahilin, Kecamatan Wetar Timur. Pengeboman kedua dilakukan di pesisir Desa Arwala, tepat di lokasi yang sedang didorong (oleh Komunitas Wetar Peduli) untuk menjadi destinasi wisata bahari.

Karena itu, ia meminta agar ada tindakan pencegahan dan perbaikan kedepannya.

”Jika boleh saya usulkan, harus dilakukan sosialisasi membangun kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga keselamatan lingkungannya, melakukan patroli secara periodik atau random dan penegakan hukum dan membangun jaringan komunikasi berbasis 4.0 untuk memudahkan pelaporan atas temuan masyarakat kepada instansi terkait.

Di akhir surat terbukanya, Fredy mengharapkan agar laporannya itu dapat ditindaklanjuti secepatnya demi keselamatan lingkungan dan generasi Wetar.

Fredy bahkan menyertakan alamat alamat dan nomor teleponnya yaitu di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. (NAM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top