Berita Utama

Proyek Irigasi Bubi Aman-Aman Saja

proyek irigasi Bubi di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT)

Kejaksaan Pastikan Pekerjaan Terus Berlanjut 

INFORMASI terkait ketidakberesan pekerjaan proyek irigasi Bubi di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT) ternyata tidak seperti kenyataan di lapangan.

Awalnya diinformasikan bahwa dana sebesar Rp 226.904.174.000 telah dibobol pada rekening di  Bank Mandiri KCP Mid Plaza, Jalan Sudriman, Jakarta oleh calo proyek bernama Emi, ternyata bukan harus menjadi tanggungjawab Balai Wilayah Sungai Maluku, karena dana itu milik kontraktor pengelolah dalam hal ini Gunakarya-Basuki KSO yang telah dibayarkan setiap termin untuk dua  tahun anggaran masing-masing tahun anggaran 2017 sebesar Rp 18.349.065.000 dan tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 72 miliar.

”Jadi ini proyek multi years. Tahun 2017 itu dicairkan uang muka sebesar Rp 18.349.065.000. Tahun 2018 sudah dicairkan Rp 72 miliar. Tahun  2019 juga Rp27 miliar tapti hingga kini belum dicairkan, mengingat dead line waktu penyelesaian deviasi anggaran 2018 oleh BPK hingga Mei 2019 ini dan itu telah kami selesaikan, tinggal 1, 14 persen saja,” kata Satker yang menangani wilayah SBT, Din Tuasikal kepada RayatMaluku.com saat koran ini bersama Ketua Komisi C DPRD Maluku melakukan kunjungan ke lokasi proyek, Rabu 1 Mei 2019.

Kendati anggaran tahun 2019 belum dicairkan, lanjut Tuasikal, tahapan pekerjaan untuk tahun 2019 ini sudah dikerjakan sebesar Rp. 6, 28 persen.

Karena itu, lanjut Tuasikal, pihak Balai Sungai Wilayah Maluku tidak mau tahu dan tidak mau campur dengan urusan internal perusahaan pengelolah.

“Yang penting kita sudah membayarkannya, perwakilan perusahaan yang ada di camp menandatangani setiap termin pembayaran. Kalau kemudian dana itu diinformasikan dibobol kami tidak mau tahu, yang penting pekerjaan harus berjalan di lapangan,” pungkasnya.

Menurut dia, kelanjutan pekerjaan di lapangan menjadi perhatiannya selama ini karena baru pertama kali BWS Maluku mengerjakan proyek irigasi satu paket dengan nilai yang cukup fantastis secara multi years 

”Tentunya kami harus menunjukan bahwa kami bisa. Karena selama ini proyek irigasi di Maluku itu bertahap. Misalnya di Pulau Buru, tahapan pertama tiga milyaran lalu beberapa tahun kemudian baru tahap kedua dengan nilai yang tidak berbeda jauh. Jika kami bisa menyelesaikan proyek ini tapat waktu, maka tentunya pusat akan mempercayakan untuk menggelontorkan dana untuk mega-mega proyek irigasi lainnya. Dengan begitu, target wilayah-wuilayah di Maluku sebagai lumbung pangan bisa terpenuhi,” tandasnya.

Jadi lanjut dia, proyek irigasi Bubi sebenarnya aman-aman saja dan tidak seperti yang diberitakan.

”Kita ini diawasi berlapis. Mulai dari inspektorat, kejaksaan dengan TP4D, BPK, belum lagi DPRD dan kontrol media massa. Mana mungkin kita mau kerja tidak beres seperti yang diberitakan itu,” elak dia.

Menyoal apakah pihaknya sebagai Satker mengenal Emi yang sebelumnya diberitakan membobol dana di bank Mandiri, Tuasikal mengatakan pihaknya tidak mengenal Emi dan tidak mau tahu menahu dengan urusan internal perusahaan.

Pernyataan Din Tuasikal ini dibenarkan pula oleh PPK Irigasi Bubi, Sanimin. Sanimin mengakui, BPK pada beberapa bulan lalu memberikan dead line atas deviasi anggaran sebesar RP 19 miliar dan itu sudah dikerjar dan sudah hampir rampung.

”Ya, mungkin minggu depan sudah rampung, kita hanya terkendala sedikit saja soal curah hujan yang tinggi. Kendati begitu, untuk tahapan pekerjaan tahun 2019, walau dananya belum dicairkan, kami sudah mengerjakan dengan volume sebesar 6,28 persen,” tandas Sanimnin sembari memperlihatkan jaringan irigasi di atas lahan 3750 hektar yang sudah dibangun.

Pantauan RakyatMaluku.com, proses pekerjaan di Irigasi Bubi memang terus berjalan sebagaimana mestinya. Nampak pergerakan alat berat serta puluhan karyawan yang tengah beraktifitas.

Satker, Din Tuasikal dan PPK, Sanimin memastikan pekerjaan jaringan irigasi Bubi ini akan rampung sebelum waktu kontrak. ”Di kontrak pekerjaan harus selesai Desember 2020. Karena pad atahun 2020 adalah tahap terakhir dengan anggaran sisa Rp63.676.090.600. Tapi kami pastikan pada pertengahan 2020 proyeknya sudah rampung,” pungkas Din Tuasikal.

Anos Yermias, Ketua Komisi C DPRD Maluku yang ikut mengunjungi proyek irigasi Bubi dengan lahan seluas 3750 hektar ini mengaku kagum dengan mega proyek tersebut.

”Saya pastikan kedepan, wilayah ini akan menjadi penyumbang padi yang besar bagi Maluku. Daerah ini akan berkembang pesat dan ini sangat luar biasa. Pemkab SBT harus bersyukur dengan adanya proyek ini,” tukas Anos yang telah memastikan dirinya kembali terpilih sebagai anggota legislatif periode 2019-2014.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kamis, 2 Mei 2019, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku ikut menegaskan bahwa pekerjaan proyek irigasi D.I Bubi, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masih terus berjalan hingga saat ini.

“Kata siapa proyek ini macet, pekerjaan proyek ini diawasi langsung oleh TP4D Kejati Maluku. Sehingga saya pastikan proyek ini masih berjalan dan dipastikan rampung sesuai kontrak,” tegas Ketua TP4D Kejati Maluku Iwa, saat dikonfirmasi koran ini, di ruang kerjanya 

Ia menjelaskan, berdasarkan data dan peninjauan proyek yang dianggarkan sebesar Rp 226.904.174.000 di lapangan, bahwa pekerjaan tahap I telah selesai dikerjakan 100 persen di tahun 2018 oleh kontraktor dari PT Guna Karya-PT Basuki.

“Pekerjaan proyek tahap I sudah selesai di tahun 2017 kemarin. Dan untuk pekerjaan tahap II tahnya sementara berjalan. Jadi tidak ada proyek mangkrak. Kalau tidak yakin silahkan cek langsung proyek tersebut,” jelas Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku itu. (RIO/NAM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top