Probis

Telkomsel Ajak Musisi Lokal Ambon Salurkan Bakat Via Langit Musik

Manager Telkomsel Branch Ambon Oka Mahandra (ujung kanan), General Manager Music Telkomsel Muhammad Wulunk Putraning Fajar (dua dari kanan), Vice President Music & Entertainment Melon Indonesia Idian Mansyur (dua dari kiri) dan Manager Digital Expansion Telkomsel Regional Papua Maluku Hermawansyah (ujung kiri), jumpa pers Festival Langit Musik, yang berlangsung di Café De Brick, Jalan Pitu Ina, Waihoka, Sirimau, Kota Ambon, Jumat, 3 Mei 2019.

TELKOMSEL menggelar Festival Langit Musik di Kota Ambon sebagai wadah bagi para musisi lokal untuk semakin menggali potensi mereka, sekaligus sebagai ajang mempromosikan karya orisinil mereka melalui aplikasi streaming modern saat ini, yaitu Langit Musik.

Rangkaian festival dengan mengambil tema “Bikin Karyamu Jadi Duit”, ini dibuka dengan workshop yang diikuti sebanyak 103  musisi lokal Kota Ambon, yang berlangsung di Café De Brick, Jalan Pitu Ina, Waihoka, Sirimau, Kota Ambon, Jumat, 3 Mei 2019.

Manager Telkomsel Branch Ambon, Oka Mahandra, mengatakan, dalam workshop ini Telkomsel memberikan informasi seputar program Festival Langit Musik serta cara mengupload karya mereka ke dalam aplikasi Langit Musik agar semakin banyak didengar oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Workshop ini juga memberikan kesempatan bagi para musisi lokal agar karya orisinil mereka bisa menghasilkan keuntungan di era digital saat ini,” terangnya, dalam jumpa pers.

Dikesempatan yang sama, General Manager Music Telkomsel Muhammad Wulunk Putraning Fajar, mengatakan, hadirnya Festival Langit Musik sebagai bentuk apresiasi terhadap karya musisi Indonesia khususnya para musisi lokal yang mencari kesempatan agar karyanya bisa semakin banyak didengar oleh masyarakat.

Dengan adanya workshop ini juga, lanjut Wulunk, diharapkan dapat memotivasi para musisi lokal untuk terus berkarya menghasilkan karya terbaik mereka serta mampu mempromosikan karyanya melalui aplikasi digital Langit Musik.

“Saat dengar Ambon terkenal dengan City Of Music, saya langsung datang ke Ambon dan saya sudah buktikan itu. Nah saya ingin mengajak teman-teman musisi Ambon agar dapat menyalurkan bakatnya melalui Langit Musik agar fansnya dapat mendengar langsung,” katanya.

Dijelaskan, dengan hadirnya streaming modern saat ini, Telkomsel bekerjasama dengan Melon Indonesia menghadirkan Langit Musik untuk mempermudah musisi guna aplouad karyanya di langit musik tanpa harus mereka mencari orang lain untuk membantu mereka dalam menyalurkan bakatnya.

“Lewat Langit Musik musisi dapat langsung mengetahui lagu yang diputar fansnya atau pengunjung beberapa benyak. Mereka juga dapat mengetahui keuntungan yang mereka dapat dari karya orisinil mereka. Untuk itu, kami berharap Telkomsel bisa membangun industri musik di Tanah Air,” jelas Wulunk.

Selain agenda workshop, dalam festival ini Telkomsel juga akan menggelar mini concert keesokan harinya di Maluku City Mall (MCM) pada Sabtu, 4 Mei 2019.

Dalam kesempatan tersebut akan dimeriahkan oleh 14 musisi lokal Kota Ambon, yaitu JP Band, Satu Garis, Laste Band, Putry Pasanea, Amboina Bananas, ACOM, Mr.E, Filaz’MC, R3, Jopin Band, Daffa Band, Suman Hittu, Toma Homie dan Linda Nussy.

“Band atau musisi indie yang tampil  di Maluku City Mall tentunya tak asing lagi bagi sebagian besar warga masyarakat dan sekitarnya. Kehadiran warga yang ramai menyaksikan festival ini tentunya akan menjadi hal yang positif bagi kelangsungan acara ini serta bagi band/musisi indie itu sendiri,” tambah Wulunk.

Hal senada juga dikatakan Vice President Music & Entertainment Melon Indonesia Idian Mansyur. Menurutnya, melihat dunia streaming saat ini semua musisi terkonsentrasi ke lagu-lagu asing, tidak ada satupun streaming lagu Indonesia, kecuali lagu di Langit Musik.

“Padahal kita melihat talenta-talenta anak Indonesia yang bakatnya tidak dilihat oleh platform. Untuk itu kita hadir di kota-kota untuk mengajak musisi lokal yang kebingungan untuk bisa lagunya dinaikkan ke streaming platform,” terangnya.

“Kita Melon mencoba menjembatani apa yg diinginkan musisi lokal agar musiknya bisa didengar oleh semua orang terutama para fansnya. Dan mimpi saya kedepennya Langit Musik bisaa diisi dengan lagu-lagu nusantara karena dari Sabang sampai Merauke memiliki bakat musik yang belum terekspose,” tambahnya.

Manager Digital Expansion Telkomsel Regional Papua Maluku Hermawansyah menambahkan, dari 103 musisi lokal Kota Ambon, sudah 25 musisi yang mengapload karyanya di aplikasi Langit Musik. Dan untuk pendengar Langit Musik di area Papua – Maluku sendiri sudah sebanyak 40 persen atau sekitar 1.300 orang.

“Dari Ambon ada 11 musisi yang sudah mengapload karyanya hari ini. Sedangkan besok akan ada 14 musisi lainnya yang mengapload karyanya, jadi totalnya 25 musisi yang sudah apload karyanya di Langit Musik,” tutup Hermawansyah.

Langit Musik sendiri merupakan aplikasi streaming milik Telkomsel yang dapat diunduh melalui aplikasi Google Play untuk pengguna android dan App Store bagi pengguna IOS. Para pelanggan Telkomsel dapat mendengarkan musik berkali tanpa harus takut untuk berkurang kuota datanya dengan berlangganan premium senilai Rp 22.000,- / 30 hari. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Langit Musik, pelanggan Telkomsel dapat mengakses website www.langitmusik.com. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top