Daerah

Pawai Obor, Warnai Malam Tujuh Likur Di Desa Hila

RATUSAN WARGA MERAYAKAN TRADISI PAWAI OBOR MALAM TUJUH LIKUR ATAU MALAM KE-27 PADA BULAN RAMADHAN DI NEGERI HILA, KECAMATAN LEIHITU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, Jumat 31 Mei 2019.

RATUSAN warga muslim di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah,  Jumat malam 31 Mei 2019, melakukan pawai obor memperingati malam Nuzulul Qur’an atau malam tujuh likur.

Pantauan RakyatMaluku.com tradisi yang selalu dilakukan pada malam ke 27 setiap bulan Ramadhan ini  seperti sebuah festival cahaya karena hampir semua wilayah itu dinyalakan obor setelah selesai Ibadah Shalat Magrib dan baru dipadamkan saat fajar tiba.

Peringatan malam tujuh likur di Desa Hila ini diramaikan oleh anak-anak dan remaja setempat yang  berjalan keliling kampung membawa obor sambil bertakbir setelah shalat Magrib dan baru akan menghentikan kegiatan itu saat memasuki waktu shalat Isya.

Desa Hila sendiri  merupakan salah satu dari 12 desa yang  berpenduduk Muslim di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Peringatan malam tujuh likur ini adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan sejak dahulu kala dan turun temurun yang bertujuan  menerangi desa mereka dengan banyak cahaya sebagai ungkapan syukur dan suka cita terhadap turunnya Alquran. (MHS) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top