Liputan Khusus Haji 2019

Enam JCH Meninggal, Sudah 68.947 Jamaah Masuk Arab Saudi

Jamaah calon haji asal Provinsi Maluku melakukan ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Kota Madinah, Jumat (19/7/19). Ahmad Ibrahim/Rakyat Maluku

HINGGA  hari ini sudah 68.947 jamaah calon haji (JCH) tiba di Arab Saudi. Mereka ini berasal dari 170 kloter.  Mereka adalah kelompok terbang pertama yang masuk Kota Madinah melalui embarkasi Ujung Pandang (UPG) 2 dan 3, Batam (BTH) 4 dan 5, Jakarta (JKS) 5-8, Jakarta (JKG) 2, Surabaya (SUB) 6-8, Palembang (PLM) 2, Solo (SOC) 5-8, dan Lombok (LOP) 3.

Adapun jumlah jamaah yang meninggal tercatat enam orang. Mereka adalah Subli bin Muhammad Nasri (BTH 3), Khairil Abbas Salim (BTH 23), Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44), Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45), Artapiah Armin Musahab (JKG 86), dan Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2).

Kepala Khusus Daker Makkah H.Yamin, Spd.Mpd, kepada RakyatMaluku.com, tadi malam, mengatakan, melihat kondisi cuaca Kota Makkah dan Madinah diliputi musim panas yang menyengat maka para jamaah dianjurkan agar tetap menjaga kondisi kesehatan.

“Kalau tidak terlalu penting jangan lakukan aktivitas diluar rukun dan wajib haji. Persiapkan fisik yang kuat, dan menjaga kesehatan,” ujarnya.

Terkait dengan kesiapan Sektor Khusus Makkah pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menempatkan personil gabungan yang terdiri atas Kemenag,TNI-Polri serta tenaga pendukung dari mahasiswa dan mukimin serta P3KH yang terdiri dari para dokter, TNI dan tenaga medis kesehatan untuk berpatroli dan menempati titik pemantauan.

“Tim-tim ini bekerja menggunakan sistem pergantian shift 2×24 jam siang dan malam. Mereka juga dilengkapi pakaian berseragam lengkap,” ujar Yamin yang juga adalah Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku itu.

Memasuki hari ketiga jamaah calon haji (JCH) asal Maluku yang tergabung dalam kloter 12, 13, dan 14 melakukan ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Kota Madinah. Mereka mendatangi perkebunan kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba, makam para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud, makam Baqi, dll. Ketiga Kloter asal Maluku ini terdiri atas Kota Ambon, Kabupaten SBB, Kabupaten SBT, Kabupaten Malra, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten MBD, Kabupaten Bursel, dan Kabupaten Buru.

Sejauh ini, Sektor Khusus Makkah melakukan penanganan kasus terbanyak adalah jamaah yang terpisah dari rombongan, membantu mendorong jamaah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah umrahnya, maupun memberikan edukasi baik ketika hendak masuk masjid secara berombongan maupun hendak keluar masjid menuju terminal bus Salawat yang telah disediakan oleh panitia daerah kerja (Daker) Makkah.

“Saya mengimbau petugas kloter agar menjaga konsisi fisik ketika tiba di hotel di Makkah. Pastikan jamaah dalam keadaan kenyang atau sudah makan. Selanjutnya, pastikan mereka dikawal langsung oleh petugas, dan ketiga pastikan mereka sudah mendapatkan kartu bus Salawat agar kitika terpisah dari rombongan mudah bagi para petugas Seksus mengantarkan ke terminal yang dituju,” ujarnya.

Dikatakan pula, pastikan jamaah kloternya dapat dan selesai melaksanakan ibadah umrah Tamattu dan kembali ke hotel dengan aman.

“Terakhir, koordinasi dan komunikasikan antar petugas sangatlah penting baik TPDH,TPIHI,TPH. Sebab, dengan Karu dan Karom dapat menjalin kerjasama membantu jamaah untuk melaksanakan ibadah dengan baik hingga memperoleh haji mabrur,” ujarnya.(DIB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top