Daerah

GSM Kunjungi Aboru

Gerakan Sayang Maluku (GSM) mengunjungi Dusun Naira, Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)

GERAKAN Sayang Maluku (GSM) melakukan kunjungan ke Dusun Naira, Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kunjungan yang dilakukan sejak 3 – 7 Juli 2019 itu untuk melihat kondisi langsung negeri Aboru yang selama ini dipersepsikan buruk oleh sejumlah kalangan.

“Aboru adalah negeri yang selalu dipersepsikan buruk oleh publik,  kampung separatislah,  kampung tertutuplah, kampung jahatlah,  kampung yg konotasinya negatif semua. Karenanya GSM berkonsolidasi untuk itu dan langkah awalnya melaksanakan survei sampai dua kali demi untuk mempelajari dan memahami masalah  sosial yang dihadapi di negeri Aboru,” ujar Yani Salampessy, melalui rilisnya kepada RakyatMaluku.com, Senin 8 Juli 2019.

Karenanya, kata Yani, dengan membawa sebanyak 31 orang pemuda serta mahasiswa dari Unpatti, IAIN, UKIM dan Darussalam yang adalah anggota GSM sendiri untuk melakukan kunjungan ke Aboru  dengan mengusung tema “For Maluku Aboru Tebar Nasionalisme”.

“Kedatangan GSM disambut oleh beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan di Aboru dan juga pemuda dusun Naira yg merupakan pengurus dari AMGPM ranting 2 Aboru, kedatangan GSM disambut tarian cakalele dari bebrapa siswa SMPN 4 pulau Haruku,” jelas Yani.

Selama kunjungan kata Yani, GSM juga melakukan sejumlah kegiatan, diantaranya jadalah proses belajar mengajar dengan para siswa setempat  yang berjumlah sekitar 80 anak.

“Kita juga melalukan diskusi pemuda dengan teman-teman AMGPM ranting 2 Aboru dan diskusi  bersama saya dan Desvi Maspaitella akademisi dari UKIM. Juga  diisi dengan diskusi kampung yang menghadirkan ketua saniri Negeri Aboru dan juga Komandan Pos Aboru Yonif Raider Khusus/136 TS Letda Inf Jones Tulus Marbun. Diskusi dilaksanakan GSM dan masyarakat  di Baileo Negeri Aboru,” jelas Yani.

GSM juga menggelar sejumlah kegiatan lain yakni outbound dengan  siswa peserta kegiatan melewati 10 pos dan juga dibantu oleh BKO pos Aboru hingga menuju puncak penutupan kegiatan yang menampilkan pagelaran seni dan budaya di isi oleh para siswa menunjukan kebolehan mereka yg dilatih selama dua hari oleh para tenaga guru atau mentor dari GSM.

Selain itu juga sejumlah ilmu pengetahuan yang diberikan oleh tim GSM melalui beberapa mata pelajaran yaitu, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS, juga diterapkan bimbingan konseling yang lebih banyak bermain bersama anak-anak PAUD, TK dan SD kelas I dan kelas 2. 

“Kegiatan ini semua dalam rangka membentuk karakter yang baik dan mempunyai jiwa nasionalisme agar dapat sejajar dengan siswa sekolah lainnya di Maluku,” tegas Yani. (RM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top