Liputan Khusus Haji 2019

Hadapi Wukuf, Seluruh Kloter Lakukan Rapat Persiapan

Jutaan tenda di Mina berjejer di sepanjang padang pasir menanti persiapan kedatangan para jamaah haji untuk melempar Jumrah. Kawasan Mina kini sedang berbenah menghadapi musim haji tahun 2019.

JCH Maluku Diminta Taati Jadwal Melempar

MENGHADAPI persiapan wukuf di Arafah pada 10 Agustus 2019 nanti semua kelompok terbang (Kloter) 12, 13, dan 14, asal Provinsi Maluku tengah melakukan rapat koordinasi di Hotel Tayeb, Maktab Syisyah II, Sektor 2-236, Makkah.

Rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan segala hal menyambut rangkaian pelaksanaan ibadah di tiga tempat yang sangat penting yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang merupakan puncak dari kegiatan ibadah haji. Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah di Aqabah, Wusta, dan Ula, sangat menentukan pelaksanaan ibadah haji seseorang.

“Jamaah calon haji (JCH) asal Maluku agar menyiapkan kondisi kesehatan. Jangan lama beraktifitas diluar ibadah wajib. Jika tidak perlu harus beristirahat yang cukup. Sebab, menghadapi wukuf di Arafah dan melempar Jumrah membutuhkan tenaga yang prima,” ujar Koordinator Sektor Khusus (Korseksus) Daker Makkah, M.Yamin, Spd, M.Pdi, di Makkah, tadi malam.

Koordinator Sektor Khusus (Korseksus) Daker Makkah HM.Yamin, S.Pd, M.Pdi.

Hingga saat ini, diakui Yamin, belum ada kejadian menonjol di semua kloter hanya saja masih banyak dijumpai adanya jamaah yang sakit flu dan batok. 

“Ada juga yang dirawat di Rumah Sakit Fath King, tapi selain karena faktor usia juga sesak nafas,” ujar HM.Yamin, yang juga Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, itu.

Dikatakan, pelaksanaan wukuf di Arafah dan melempar Jumrah nanti para jamaah calon haji harus mengikuti  ketentuan jadwal melempar. Berikut mereka yang hendak naik kendaraan saat dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina juga harus mengikuti mobil yang telah ditentukan. 

“Jangan mengambil waktu-waktu yang bukan jadwal melempar Jumrah. Sebab, tak menutup kemungkinan pada waktu tertentu yang bukan menjadi waktu melempar bisa bertemu dengan jamaah dari negara lain. Saat seperti itu terjadi konsentrasi jamaah yang sangat berbahaya bagi keselamatan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar semua kloter menjaga masing-masing jamaahnya. “Kenali teman, regu, dan kelompok. Jangan sampai ada yang keluar dari barisan. Sebab, saat yang sama bisa tercecer dari regu, kelompok, dan rombongan,” ujarnya.(DIB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top