Berita Utama

Jaksa Penjarakan Eks Direktur PDAM MBD Jansen Leunupun Ke Rutan

Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jansen Leunupun, tersangka korupsi penyalahgunaan anggaran APBD tahun 2013-2016, saat digiring ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II.A Ambon oleh Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya, menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Tinggi Maluku, Selasa, 30 Juli 2019.

TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Barat Daya (MBD) menjebloskan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jansen Leunupun, tersangka korupsi penyalahgunaan anggaran APBD tahun 2013-2016, ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II.A Ambon, Selasa, 30 Juli 2019.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari MBD Arjely Pongbanny, proses penahanan itu dilakukan setelah Jaksa Penyidik menyerahkan tersangka Jansen Leunupun beserta barang buktinya ke JPU (Tahap II), yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Setalah dilakukan proses tahap II, tersangka Jansen Leunupun langsung kita tahan ke Rutan Ambon demi kepentingan penuntutan. Yakni, agar tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan yang sama,” tegas Arjely, kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku.

Ia menjelaskan, pengusutan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat setempat yang mengaku bahwa mereka susah mendapatkan air bersih. Padahal, pemerintah kabupaten telah mengucurkan anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya yang bersumber dari APBD untuk realisasi air bersih kepada masyarakat.

Dari hasil penyelidikan maupun penyidikan, lanjut Arjely, Jaksa menemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka Jansen Leunupun yang saat itu menjabat sebagai direktur PDAM MBD, yakni menyalahgunakan anggaran APBD untuk kepentingan pribadinya.

“Akibat perbuatan tersangka Jansen Leunupun, negara dirugikan sebesar Rp 597.446.305.29 dari total anggaran Rp 5.050.000.000, sebagaimana hasil audit BPKP Maluku. Namun ditahap penyidikan tersangka baru mengambalikan Rp 50 juta kepada Jaksa Penyidik,” jelas Arjely. (RIO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top