Berita Utama

Patrisius Wee Punya Dosa Besar Di Pulau Romang, Soal Mangkraknya Proyek Listrik

PIMPINAN Firma Passo Jaya, Ir. Patrisius Wee punya dosa besar di Pulau Romang, terkait pekerjangan jaringan listrik masuk desa di Desa Jerusu dan beberapa desa pada pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) itu.

Bagaimana tidak, proyek jaringan listrik yang dikerjakan Fa Passo Jaya di wilauah ini sudah mangkrak dua tahun. Sejak tahun 2017 proyek dengan niliai miliaran rupiah itu dikerjakan, namun tebengkalai sampai saat ini.

Rakyat Maluku yang berkunjung ke Pulau Romang pekan lalu menemukan kondisi pekerjaan yang mangkrak hampir dua tahun.

Beberapa tiang menunju Desa Jerusu sudah terpasang tapi kabel listrik belum terpasang sepenuhnya. Ada yang sudah disangkutkan ke tiang listrik tapi dibiarkan terjulur begitu saja sampai ke tanah.

Sudah begitu, material berupa lingkaran kabel bahkan travo dibiarkan tergelatak di tepi pantai dan terkesan tidak terurus. Beberapa bagian travo mulai kelihatan karatan karena hamya satu meter saja dari deburan ombak laut.

Dalam pertemuan Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melky Frans bersama dua anggota komisi masing-masing, Freddy Rahakbauw dan Costanzius Kolatfeka warga setempat menyampaikan keluhan mereka soal mangkraknya proyek pembangunan jaringan listrik tersebut.

”Proyek ini dikerjakan sejak tahun 2017. Perusahaan yang mengerjakannya adalah perusahaan Passo Jaya. Mereka janji bahwa tahun 2018 listrik sudah bisa menyala di Jerusu dan tahun 2019 menyala di kampung-kampung lain di Romang ini, tapi ternyata pekerjaannya terbengkalai sampai saat ini,” kata F Mosses, salah satu warga Desa Jerusu.

Ia meminta kepada Komisi A DPRD Maluku untuk segera menindaklanjuti persoalan ini, biar perlu membawanya ke rana hukum agar kontraktor yang menanganinya segera diproses untuk mempertanggungjawabkan ketidakberesan yang terjadi.

Pasalnya masyarakat di Pulau Romang sangat membutuhkan adanya penerangan listrik. ”Banyak warga yang tinggal dalam kegelapan. Syukur-syukur bagi yang mampu, mereka bisa membeli mesin genset untuk penerangan di malam hari, tapi kebanyakan masyarakat hanya hidup dengan pelita. Kami sangat menyesalkan hal ini,” kesal Mosses.

Terkait hal ini, pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara belum bisa mengeluarkan pernyataan resminya.

JAKSA DIDESAK USUT

Agustinus Lendert, salah satu komponen pemuda Pulau Romang kepada Rakyat Maluku, akhir pekan kemarin meminta agar aparat penegak hukum segera menangani persoalan mangkraknya pembangunan jaringan listrik di Pulau Romang ini.

”Kami meminta agar pihak kejaksaan maupun kepolisian segera bergerak. Panggil dan periksa kontraktornya, dia harus bisa mempertanggunjawabkan terbengkalainya pekerjaan di lapangan,” pungkas Lendert.

Menurutnya, saat ini masyarakat Pulau Romang sangat membutuhkan adanya penerangan listrik, dan pemerintah sudah memperhatikannya dengan anggaran yang lumayan, tapi kontraktor yang tidak bescus justru membuatnya menjadi terbengkalai.

”Ini tidak bisa dibiarkan. Kami komponen masyarakat Romang akan terus mendesak agar kasus ini disusut. Patrisius Wee sebagai pimpinan Fa Passo Jaya yang menangani pekerjaan proyek ini haris diseret ke meja hijau, tetapi juga proyeknya jangan dibiarkan terus tebengkalai seperti itu,”  pintanya.

Ia berjanji akan kut membantu untuk memberikan data-data lapangan kepada aparat berkewenang yang mengusut kasus ini.

”Semua yang bertanggungjawab harus kita seret ke pengadilan,” tegas dia. (NAM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top