Daerah

Manasik Haji, Syiar Islam Dan Wisata Religi Di Kailolo

Siswa/siswi madrasah maupun sekolah umum di Pulau Haruku saat melakukan Praktek Manasik Haji dengan melakukan Tawaf mengelilingi Ka"ba (Miniatur) di halaman Masjid Jami Nandatun Sahapory, Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu 10 Agustus 2019

KURANG lebih 600 siswa, berasal dari MTs AL -Islah Kailolo, MA Al -Islah Kailolo, MIN 7 Kailolo, SDN Kailolo, SMPN 5 Pulau Haruku, SMAN 2 Pulau Haruku, MI Nadil Ulum Ori dan MA Nadil Ulum Ory, meramaikan prosesi pelaksanaan Manasik Haji di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu 10 Agustus, 2019.

Kegiatan yang dipelopori Yayasan Al Islah Kailolo itu bertujuan mendidik serta meningkatkan pemahaman siswa/siswi tentang bagaimana cara melaksanakan Ibadah Haji sekaligus sebagai implementasi dari teori yang didapat dibangku sekolah.

Ketua Yayasan MTs AL-Islah Kailolo, Nurlaila Marasabessy, yang juga sebagai Kepala MIN 7 Maluku Tengah mengatakan, selain tujuannya pendidikan dan syiar Islam, kegiatan inipun mengandung unsur hiburan kepada masyarakat.

Dikatakan, pelaksanaan Manasaik Haji tahun ini merupakan tahun ke 7 setelah kegiatan tersebut dicanangkan ditahun 2013 silam. Dan ditahun ini merupakan yang paling terbesar dari sisi jumlah pesertanya.”Kami biasanya menyelenggarakan kegiatan ini lebih awal, Sehari sebelum Idul Adha,”kata Nurlaila.

Dengan adanya antusiaisme itu, Nurlaila menambahkan, kedepan rutinitas Manasik Haji sekali dalam setahun itu akan dijadikan sebagai wisata religi di Negeri Kailolo.

Dia berharap, lewat kegiatan Manasik Haji ini, memberikan dampak positif tidak saja untuk kepentingan pengetahuan anak-anak dan hiburan masyarakat tetapi juga dapat mengembalikan citra positif Negeri Kailolo sebagai Negeri dengan julukan Serambi Mekkah yang terkikis akibat isu-isu negatif.

“Dari dulu Negeri ini dikenal sebagai Serambi Mekkah. Namun julukan itu mulai hilang perlahan lantaran berbagai isu negatif tentang negeri ini. Dan sudah saatnya citra positif tentang Negeri tercinta ini kita bangkitkan kembali,” harap Nurlaila.

Pemerintah Negeri Kailolo, ikut memberikan apresiasi positif atas diselenggarakan Manasaik Haji sebagai bagian dari syiar Islam. Kegiatan ini diharapkan menjadi kegiatan strategis untuk memberikan dampak pengetahuan terhadap generasi muda di Negeri Kailolo secara khusus dan Negeri-Negeri Islam lain di Pulau Haruku secara umum.

“Mewakili Pemerintah Negeri, kami sampaikan apresiasi positif atas gagasan kreatif pelaksanaan Manasik Haji ini,”ujar Sekretaris Negeri Kailolo, Abdullah Marasabessy.

Abdullah Marasabessy juga berharap, kegiatan keagamaan yang digelar dapat merubah image buruk yang selama ini terjadi dan mampuh memulihkan kembali citra Negeri Kailolo sebagai Negerinya para Waliullah.

Sementara itu, Ketua Umum, Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kailolo (PB-HIPPMAK) Nasit Marasabessy yang hadir dalam kegiatan itu ikut meberikan apresiasi positif. Nasit mengatakan, dalam penyelenggaraanya, Yayasan Al -Islah Sahapory bekerja sama dengan PB-HIPPMAK dan angkatan 09.

“Selaku Ketua Umum PB HIPPMAK yang berkantor Pusat di Ambon sangat memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kepada anak didik sekaligus sebagai syiar Islam tentang tata cara pelaksanaan Ibadah Haji,”ujar Nasit.

Menurut Nasit, paling tidak Manasik Haji menjadi sebua momentum dalam rangka peningkatan kualitas pengetahuan anak didik dan generasi muda pada masa akan datang.

Dirinya berharap, adanya dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan sehingga kegiatan ini kedepan tidak saja melibatkan siswa melainkan ikut melibatkan unsur pemuda yang ada di negeri-negeri Islam di Pulau Haruku.

Kesempatan itu, Nasit juga mengungkapkan dukungan PB -HIPPMAK atas upaya Yayasan A -Islah Sahapory menjadikan kegiatan Manasaik Haji sebagai Wisata Relegi.

“Karena ini merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus pendidikan bagi anak negeri maka kami mendukung langkah tersebut,”kata Nasit, sembari menambahkan, selain Manasik Haji, Pawai Obor dan lomba Hadrat juga menjadi rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Idul Adha 1440 Hijriah/2019 Masehi atau tepat pada Hari Minggu, 11 Agustus 2019.

Seperti layaknya calon jemaah haji, 600 siswa tersebut berpakaian ihram. Mereka dibagi dalam beberapak kelompok dari perwakilan masing-masing negara. Sebagai prosesi awal, 600 siswa ini melakukan Tawaf mengelilingi Ka’bah (Miniatur Ka”bah) yang berada tepat di halaman Masjid Jami Nandatun Sahapory, Negeri Kailolo. Setelah Tawaf dilanjutkan ‘Sa’i’ yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah, melempar Jumrah Tahalul dan melakukan Tawaf perpisahan.(CIK)

------ ======================

Berita Populer

To Top