Daerah

Proyek Air Bersih Wailela Terbengkalai

Kondisi keran air yang sudah tidak lagi utuh karena sejak dibangun sampai saat ini tidak berfungsi

RakyatMaluku.com – PROYEK Peningkatan SPAM Desa Rumahtiga, yang dibangun di Wailela, oleh Dinas PU Kota Ambon tahun anggaran 2018 menyisahkan persoalan sehingga belum bisa dimanfaatkan oleh warga tiga RT di kawasan itu.

Hasil inverstigasi Rakyat Maluku di lapangan menemukan, proyek ini sudah selesai dikerjakan pertengahan tahun 2018 lalu oleh CV Brilian namun tidak bisa difungsikan lantaran belum diserahkan pengelolaannya ke pemerintah desa dan warga setempat.

Jemy Silubun – Ketua RT 001, RW 01 Desa Ruumahtiga

Padahal, warga sangat membutuhkan air dari proyek SPAM ini karena dinilai berkualitas dan tidak berkapur.
Ketua RT 001 RW 01 Desa Rumahtiga, Jemy Silubun kepada wartawan mengakui, warganya terus bertanya-tanya kapan peningkatan SPAM ini bisa difungsikan.

”Kami mau fungsikan bagaimana, sementara belum ada penyerahan, termasuk kepada saya ketua RT yang baru. Belum lagi pada waktu awal percobaan, banyak kebocoroan yang terjadi terutama pada sambungan pipa,” pungkasnya.

Kendala yang lain, lanjut dia, saat proyek ini dikerjakan, Ketua RT 001, RW 01 yang lama tidak melibatkan dua RT lainnya sehingga penempatan keran di RT 02 dan 03 mendapat aksi protes.

”Sekarang jika kita fungsikan, yang pasti ada iuran yang harus disetor warga, sementara keran saja jauh dari rumah-rumah warga. Yang pasti mereka akan protes. Lalu bagaimana dengan biaya operasionalnya,” tandas Jemy.

Jemy meminta pertanggungjawab Dinas PU Kota Ambon dan pihak kontraktor untuk memperbaiki saluran air yang rusak, serta mendekatkan keran ke rumah-rumah warga.

”Yang jelas, menurut kami, proyek ini belum selesai dikerjakan karena belum dikerjakan. Khan, seteleh penyerahan pun ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Jadi ini masih menjadi tanggungjawab pihak Dinas PU Kota Ambon dan kontraktor pelaksana,” pungkas dia.

Jemy menambahkan, jika persoalan ini tidak diperhatikan maka warga akan mengambil langkah untuk melakukan aksi protes di Dinas PU Kota Ambon.

Sementara itu, informasi yang berhasil diperoleh, proyek ini adalah salah sati dari proyek aspirasi anggota DPRD Kota Ambon dapil Baguala.

”Iya itu proyek aspirasi dari anggota DPRD Kota Ambon dapil Baguala. Bagaimana mau beres kalau si anggota DPRD sudah mengambil fee lebih untuk kepentingan pileg kemarin,’ tandas salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasikan serta tidak mau menyebutkan nama anggota DPRD tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PU Kota Ambon belum berhasil dikonfirmasi karena kepala dinas sementara berada di luar daerah. (NAM)

 

Bak Penampung yang dibangun di atas gunung tidak terawat, sekitarnya sudah ditumbuhi semak belukar.

 

Papan nama proyek. Proyek ini dikerjakan tahun 2018 dengan nama proyek Peningkatan SPAM Desa Rmahtiga

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top