Daerah

Tanpa Dukungan APBD, Distanak SBT Berhasil Program Upsus Siwab Inseminasi Buatan 53 Ekor Populasi Sapi Baru

ANAK sapi atau pedet-pedet hasil dari Inseminasi Buatan (IB) yang digratiskan kepada para peternak di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) kini telah menuai hasil.

Upsus Siwab merupakan inisiatif Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dicanangkan sejak Oktober 2016 agar terjadi loncatan populasi anakan sapi. Hasilnya kini telah membuahkan hasil nyata di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Keberhasilan ini disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten SBT, Djahidah Tianotak, kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (31/7/2019).

Menurut Tianotak, kegiatan IB adalah salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi secara nasional. Oleh karena itu di SBT kita mulai melaksanakan program yang dicanangkan oleh Kementrian Pertanian untuk mengaselerasi percepatan target pemenuhan sapi potong dalam negeri, dan kebutuhan di Kabupaten SBT dengan metode IB yang sudah berhasil di dua Kecamatan.

“Program Upsus Siwab dengan metode IB yang kami lakukan dengan menyediakan beragam benih dari straw /sperma unggul, jenis sapi Ongol, Limosin, Bali Super, Madura, Simental dan Brangus yang merupakan sapi eksotik bantuan dari Kementan RI dan telah berhasil adalah sapi jenis Ongol, Limosin dan Bali Super yang tersebar di dua Kecamatan yakni Kecamatan Bula dan Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT,” jelas Tianotak.

Upsus Siwab di SBT dengan metode perkawinan IB menurutnya, tercatat telah mencapai angka yang menggembirakan. Angka kelahiran sejak pelaksanaan IB, Upsus Siwab semenjak tahun 2017 hingga 2019 sudah lahir 53 ekor dari indukan sapi milik peternak. Sementara puluhan induk sapi lain hasil IB masih dalam kondisi Bunting dari straw /sperma unggul.

“Lima bulan ke depan, diprediksi pedet yang akan lahir lagi sekitar belas ekor. Ini artinya telah terjadi loncatan populasi luar biasa melalui program IB Upsus Siwab di SBT”, ujar Tianotak.

Dia juga menambahkan, tujuannya untuk meningkatkan populasi sapi secara berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi sapi indukan dalam menghasilkan anak, sekaligus meninggkatkan mutu secara genetik dan untuk mewujudkan komitmen pemerintah dan mengejar Swasembada Daging yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026.

Namun bagi mereka, Inseminasi Buatan ini semenjak tahun 2017, terget kebuntingan dari 500 akseptor hanya 300 ekor tetapi mereka juga mengalami kendalaan karena peternak belum memahami mengenai pentingnya IB terhadap ternak mereka dan tidak didukung dengan APBD SBT selama dua tahun anggaran.

“Program IB pada tahun 2017 hingga 2018 tidak didukung dengan dana APBD SBT kami hanya berharap kepada honor yang diberikan kepada petugas inseminator saja. Padahal kondisi lapangan dan rentang kandali untuk menjangkau para peternak sangat sulit”, ungkap Tianotak.

Meskipun tidak ditunjang dengan dana APBD dan jumlah tenaga lapangan sangat minim, mereka tidak patah arang untuk terus menciptakan inovasi baru pada Bidang Peternakan di Bumi Ita wotu Nusa, “Berinovasi menciptakan dan membuktikan kinerja dan kemampuan hasil IB terhadap sapi milik peternak kini sudah berjumlah 53 ekor,” ucap ida yang juga meyakini sampai akhir desember ini seluruh target bisa terealisasi hingga 70 ekor.

Ia puas dengan keberhasilan program IB yang sudah menghasilkan puluhan ekor sapi itu, meskipun sangat kekuarangan tenaga teknis lapangan untuk memenuhi permintaan peternak di SBT.

“meskipun kami kekurangan tenaga lapangan namun saya bangga dengan mereka karena perjuangan merekalah menjadi ujung tombak keberhasilan IB di lapangan. Tanpa kerja keras dari mereka program ini tidak akan berhasil,” ungkap Ida Tianotak.

Ia juga mengatakan, metode IB yang dihasilkan dan dinikmati peternak di Kabupaten SBT saat ini selain kegiatan dari program yang dicanangkan Kementrian Pertanian RI, Dinas Pertanian dan Peternakan SBT juga menargetkan untuk lebih meningkatkan metode IB sebagai upaya mendukung visi dan misi Bupati SBT dalam rangka pengetasan kemiskinan di bumi Ita Wotu Nusa. (RM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top